NGAWI, MENARA62.COM
Mahasiswi yang tergabung dalam program KKNT 38 dari Universitas Darussalam Gontor turun langsung mendampingi proses produksi di Pabrik Keripik Singkong Ababil, Dusun Krandegan 1, Ngawi, Jawa Timur, pada Jumat (13/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi warga dengan memanfaatkan potensi usaha lokal.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat langsung di dapur produksi keripik singkong. Mereka belajar bagaimana usaha rumahan dijalankan sehari-hari, sekaligus membantu agar proses kerja bisa lebih rapi, efisien, dan bersih. Salah satu koordinator lapangan KKNT 38 Lira Agustin mengatakan bahwa “kehadiran mahasiswa diharapkan benar-benar memberi manfaat bagi pelaku usaha kecil, baik dari sisi kualitas produk maupun pengelolaan usaha sederhana”.
Pemilik Pabrik Keripik Singkong Ababil, Abdul Rahman, mengaku terbantu dengan kehadiran para mahasiswa. Setiap hari, pabrik ini mengolah sekitar 100 kilogram singkong mentah menjadi keripik siap jual. Menurutnya, tambahan tenaga membuat pekerjaan terasa lebih ringan, terutama saat pesanan sedang ramai. “ kami juga mendapat banyak masukan soal pengemasan dan cara promosi agar produknya lebih menarik di mata pembeli dan kerja sama seperti ini membuka peluang baru bagi pelaku UMKM desa untuk lebih mengikuti kebutuhan pasar”, kata Abdul Rahman.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dibagi tugas sesuai tahapan produksi. Lira Agustin, Arini Muzayyah, dan Inneke Putri menangani pengemasan agar tampilan produk lebih rapi. Farrah Nisriinaa membantu mencuci singkong, sementara Qonita Izzah dan Lailil fokus mengupas bahan baku. Resyika mendokumentasikan seluruh proses untuk keperluan laporan dan materi promosi. Pembagian peran ini membantu mahasiswa memahami alur produksi dari awal hingga akhir, sekaligus melatih kerja sama tim.
Selain membantu produksi, mahasiswa juga ikut mendukung pemasaran. Keripik singkong Ababil dipasarkan ke pasar lokal dan toko oleh-oleh, serta dipromosikan lewat media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Tim KKNT 38 turut membantu membuat konten promosi sederhana dan merancang label produk agar lebih informatif dan enak dilihat. Produk ini ditargetkan menjangkau pasar di Kabupaten Ngawi dan sekitarnya.
Kegiatan pendampingan berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari warga. Kehadiran mahasiswa dinilai memberi semangat baru bagi pelaku usaha rumahan untuk terus memperbaiki kualitas produk dan memperluas pemasaran. Program ini diharapkan tidak berhenti pada hasil jangka pendek, tetapi bisa membantu memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
KKNT 38 UNIDA Gontor Bantu Pemberdayaan Warga Angkat Potensi Usaha Local Keripik Singkong Ababil Kradegan Ngawi
- Advertisement -
