SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, berhasil menyumbangkan medali emas cabor Pencak Silat Men’s Class E (65-70 kg) pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand.
Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum. Ia mengaku bangga atas capaian mahasiswa barunya tersebut, terlebih Tito merupakan rekrutan jalur prestasi yang bukan berasal dari kader Tapak Suci.
“Saya bangga sekali, karena program baru yang dikembangkan oleh teman-teman Penjas ini berhasil. Ini merupakan pilot project yang sangat membahagiakan bagi FKIP. Selama ini ada stigma bahwa Penjas itu gudangnya prestasi Tapak Suci, tapi ternyata mahasiswa non-Tapak Suci juga mampu berprestasi sampai level internasional,” ungkap Anam, Kamis, (8/1).
Menurutnya, prestasi ini menunjukkan adanya keseimbangan dan kesetaraan (equality) di lingkungan mahasiswa Penjas. Baik dari latar belakang Tapak Suci maupun non-Tapak Suci, semuanya memiliki peluang yang sama untuk berprestasi.
“Ini membuktikan bahwa mahasiswa Penjas siap berprestasi, bahkan di tingkat internasional. Program ini akan kami pertajam dan usulkan ke universitas agar seleksi mahasiswa baru semakin berkualitas, sehingga bisa mendapatkan bibit-bibit berprestasi sejak awal,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., juga menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Tentu kami sangat mengapresiasi. Ini semakin mengokohkan UMS sebagai kampus yang Mencerahkan, Unggul, dan Mendunia. Tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga nonakademik, khususnya pencak silat,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras atlet, pembina, serta dukungan penuh dari pimpinan universitas. Menurutnya, prestasi ini juga menjadi bukti bahwa UMS tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam ajang olahraga, tetapi juga memiliki atlet-atlet handal yang mampu mewakili Indonesia di tingkat internasional.
“Raihan emas ini tentu bukan sesuatu yang instan. Ada kerja keras luar biasa dari atlet dan tim pendamping. Kami di DKPTI sangat bersyukur atas dukungan pimpinan UMS sehingga prestasi-prestasi ini terus lahir,” jelasnya.
Dalam wawancara terpisah, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya menceritakan bahwa persiapan menuju SEA Games telah ia lakukan sejak sebelum Lebaran Idulfitri. Ia mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) dan berhasil mengalahkan atlet-atlet berprestasi, termasuk juara PON dan kejuaraan dunia.
“Setelah lolos Seleknas, saya masuk Pelatnas dan menjalani latihan intensif. Alhamdulillah akhirnya bisa meraih emas,” ujarnya.
Tito juga mengungkapkan bahwa dukungan dari UMS sangat berarti baginya, baik dalam bentuk doa maupun kemudahan akademik. Ia berharap ke depan UMS bisa melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.
“Semoga UMS bisa melahirkan atlet-atlet yang lebih hebat lagi dan kampusnya semakin maju,” pungkasnya.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen UMS dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sekaligus memperkuat posisi UMS di kancah internasional. (*)

