30 C
Jakarta

Mantan Kepala Kemenag Surakarta Moh Hasyim Cholil Wafat, Dikenang Tokoh Umat dan Pendidik

Baca Juga:

MENARA62.COM – Kabar duka datang dari dunia keagamaan dan pendidikan di Kota Solo. Mantan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Surakarta, Mohammad Hasyim Cholil, wafat pada Jumat (10/4/2026) di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Almarhum kemudian disalatkan di Masjid Syuhada Gajahan sebelum dimakamkan di Pamijen Saripan, Makam Haji, pada Sabtu (11/4/2026). Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta masyarakat luas yang mengenal dedikasi dan kiprahnya.

Semasa hidupnya, Hasyim Cholil dikenal sebagai tokoh umat Islam yang memiliki kontribusi besar di bidang birokrasi, pendidikan, dan dakwah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kemenag Surakarta, Wakil Rektor IAIN Surakarta, serta menjadi bagian dari pendiri Yayasan Perguruan Tinggi Islam Surakarta.

Ketua Majelis Ulama Indonesia, Imam Suhadi, mengenang almarhum sebagai sosok yang selalu menebar manfaat bagi sesama.

“Beliau sering menyampaikan pesan afdhalunnas anfa’uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa almarhum memiliki peran penting dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam serta pembangunan fasilitas dakwah, termasuk gedung dakwah dan aktivitas keagamaan di Masjid Syuhada.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Amal Syuhada, Amar Ma’ruf, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya tokoh yang dinilai berjasa besar dalam pengembangan amal usaha keumatan.

“Banyak amal usaha yang berkembang berkat perjuangan beliau, mulai dari KBIHU, masjid, ambulans, hingga rumah tahfidz. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkapnya.

Kenangan serupa juga disampaikan oleh Musta’in Ahmad, Kepala Biro Administrasi Umum Keuangan dan Perencanaan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarat. Ia menyebut almarhum sebagai sosok teladan dengan rekam jejak panjang dalam birokrasi yang rapi dan profesional.

“Saya mengenal beliau lebih dari 36 tahun. Beliau pribadi yang cermat, teliti, dan meninggalkan sistem birokrasi yang baik. Jejak pengabdiannya masih terasa hingga kini,” tuturnya.

Musta’in juga menambahkan bahwa almarhum tidak hanya berkontribusi dalam pemerintahan, tetapi juga aktif dalam dunia pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan.

Dengan usia lebih dari 88 tahun, almarhum dikenal sebagai pribadi santun dan penuh dedikasi. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi umat Islam di Surakarta.

Doa dan harapan terus mengalir agar almarhum mendapatkan husnul khatimah serta tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara nilai-nilai perjuangan dan keteladanannya tetap hidup dan menginspirasi generasi penerus. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!