BOYOLALI, MENARA62.COM — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Surakarta menggulirkan program inovatif berbasis kopi sebagai solusi peningkatan ekonomi sekaligus mitigasi bencana tanah longsor di wilayah lereng Selo, Boyolali.
Program ini dilaksanakan di Dusun Tempel, Desa Jrakah, Kecamatan Selo—kawasan yang dikenal sebagai “ujung kampung” dengan kondisi geografis ekstrem berupa kemiringan tajam dan rawan longsor. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pipanisasi air Muhammadiyah untuk Negeri yang sebelumnya telah dijalankan.
Koordinator lapangan, Teguh Wahyudi, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil asesmen yang menemukan dua persoalan utama, yakni melemahnya ekonomi warga dan tingginya risiko bencana longsor.
“Medannya jurang dengan kemiringan ekstrem. Selain itu, warga juga menghadapi gagal panen akibat longsor dan serangan hama,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah lahan pertanian bahkan terpaksa ditinggalkan. Tanaman sayur yang menjadi sumber penghidupan warga kerap rusak akibat longsoran tanah dan gangguan hama monyet ekor panjang.
Untuk menjawab persoalan tersebut, MDMC memilih pengembangan kopi jenis Arabika sebagai solusi terpadu. Tanaman ini dinilai cocok dengan kondisi geografis setempat yang berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut.
Selain berpotensi meningkatkan pendapatan melalui hasil biji kopi, tanaman ini juga memiliki sistem perakaran yang kuat untuk membantu menahan struktur tanah dan mengurangi risiko longsor.
“Ini adalah pilot project bersama MDMC Kabupaten Boyolali. Kami berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan dapat menghasilkan produk kopi unggulan dari wilayah ini,” jelas Teguh.
Program ini dirancang secara berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pendampingan kepada masyarakat dalam proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.
Melalui inisiatif ini, MDMC tidak hanya berfokus pada aspek kebencanaan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi kerentanan warga sekaligus mengoptimalkan potensi alam yang selama ini belum tergarap maksimal.
MDMC menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan rawan bencana. (*)
