26.9 C
Jakarta

Muhammad Arifin Pimpin APPTIMA 2026-2028

Baca Juga:

PARAPAT, MENARA62.COM – Muhammad Arifin resmi terpilih sebagai Ketua Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APPTIMA) periode 2026–2028. Direktur UMSU Press tersebut terpilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) APPTIMA yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Parapat, pada 15–17 Januari 2026.

Muhammad Arifin menggantikan Budi Nugroho yang telah memimpin APPTIMA pada periode sebelumnya. Dalam kepengurusan baru ini, Muhammad Arifin didampingi Mujiarto dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya sebagai sekretaris dan Vini Wela Septiana dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat sebagai bendahara. Munas juga menetapkan struktur kepengurusan serta personalia APPTIMA periode 2026–2028.

Dalam sambutannya, Muhammad Arifin menyampaikan bahwa program kerja utama APPTIMA ke depan adalah mengidentifikasi kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah yang belum bergabung dengan APPTIMA. Selain itu, pihaknya akan mendorong kampus yang belum memiliki unit penerbitan agar segera membentuk penerbit perguruan tinggi.

“Saat ini baru sekitar 70 kampus yang tergabung di APPTIMA. Kami ingin kampus yang telah memiliki penerbit dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan dunia literasi di Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ujarnya.

Menurut Muhammad Arifin, penerbit perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam penguatan literasi, tetapi juga merupakan bagian dari industri kreatif. Karena itu, APPTIMA diharapkan mampu membangun ekosistem perbukuan yang sehat, profesional, dan berkelanjutan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Sebagai upaya internasionalisasi, APPTIMA berencana menyelenggarakan Musyawarah Nasional berikutnya di Malaysia. Langkah ini sejalan dengan semakin banyaknya karya dosen PTMA yang diterima dan dijadikan rujukan oleh perguruan tinggi luar negeri.

“Kami juga akan mengikuti pameran buku internasional untuk memperkenalkan karya-karya dosen PTMA ke kancah global,” jelasnya.

Selain penguatan jejaring internasional, Muhammad Arifin menekankan pentingnya adaptasi penerbit PTMA terhadap perkembangan teknologi digital. Kolaborasi dengan berbagai pihak serta pemanfaatan platform digital dinilai menjadi keharusan agar penerbit perguruan tinggi tidak tertinggal di tengah dinamika industri perbukuan.

“Mau tidak mau, dunia digital harus kita manfaatkan bersama agar penerbit PTMA terus berkembang dan relevan,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!