26.2 C
Jakarta

Semangat Kolektif Kolegial Manjadi Dasar Kemajuan Muhammadiyah.

Baca Juga:

SINGARAJA, MENARA.62.COM. Kolektif Kolegial merupakan istilah umum yang merujuk kepada sistem kepemimpinan yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan keputusan atau kebijakan melalui mekanisme yang ditempuh, musyawarah untuk mencapai mufakat atau pemungutan suara, dengan mengedepankan semangat keberasamaan.

Mengacu pada pemahaman Kolektif Kolegial diatas, tentu kita faham bahwa tidak ada keputusan yang sifatnya sepihak atau atas nama. Maksudnya, semua keputusan organisasi mestinya dan harus lahir dari keputusan bersama yang dilalui dalam sebuah rapat bersama apapun nama forumnya. Bukan keputusan itu lahir hanya atas nama salah satu pimpinan atau pengurus yang membidangi, pun bukan hanya karena sudah diketahui oleh salah satu pengurus sudah dianggap sudah diketahui oleh semua pengurus.

Mengapa ada organisasi yang memakai sistem dalam menjalankan kepengurusan organisasinya secara kolektif kolegial?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas ada baiknya kita lebih pahami secara mendalam makna dari kata Kolektif Kolegial.

Kolektif adalah sekumpulan pribadi yang bekerja sama untuk tujuan tertentu tanpa adanya hierarki di dalamnya yang akhirnya akan menjadikan mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sebuah kolektif bisa merupakan kelompok yang besar ataupun kecil, berjalan dalam waktu yang singkat ataupun lama, dengan keanggotaannya yang bersifat sukarela dan memiliki tujuan yang sama untuk dicapai. Dan Kolegial bermakna teman karib atau akrab atau juga bisa teman sejawat.

Nah dengan pemahaman Kolektif dan Kolegial tersebut kita semakin sepakat bahwa organisasi yang memakai sistem Kolektif Kolegial dalam menjalankan organisasinya, pastinya akan dipenuhi atau diisi oleh orang-orang (kolektif) yang sudah saling kenal mengenal dan mungkin bahkan akrab karena bisa jadi pernah melalui proses kaderisasi atau penggemblengan diorganisasi yang sama sebelumnya (Kolegial).

Berangkat dari penjabaran diatas menjadi semakin paham kita jika pemahaman sistem kolektif kolegial itu memang sangat pas diterapkan disebuah organisasi yang berangkat dari bawah dan bahkan sangat bawah
yang tujuannya memberikan kemaslahatan bagi ummat atau masyarakat banyak. Semua proses yang terjadi baik saat merintis atau menghidupkan, saat mengembangkan bahkan membersarkan organisasi senantiasa akan menjadi hasil dari semangat dan gerak bersama yang dilakukan secara Kolektif Kolegial.

Kembali ke pertanyaan diatas, mengapa ada organisasi yang memakai sistem dalam menjalankan kepengurusan organisasinya secara kolektif kolegial?

Dengan penjabaran dan penjelasan seperti diatas tentu kita bisa mengambil kesimpulan penting dan sangat penting bahkan, bahwa sistem Kolektif Kolegial diambil atau dipilih karena yang menjadi goal atau tujuan dari sistem ini adalah ” agar hasil keputusan organisasi manjadi hasil dan keputusan bersama bukan sepihak, sehingga keberhasilan ataupun kegagalan dalam pengambilan keputusan organisasi adalah milik bersama “.

Dan sebagai contoh keberhasilan sistem Kolektif Kolegial tersebut dibuktikan oleh Organisasi atau Perserikatan Muhammadiyah, buktinya sejak Muhammadiyah berdiri 1912 hingga kini 2024 yang nyaris berusia 112 tahun, belum ada berita salah satu KAMPUS yang jumlahnya Ratusan, RUMAH SAKIT ataupun AMAL USAHA lainnya diakuisisi oleh salah satu Pengurusnya atau Pimpinannya. Semua atas nama Muhammadiyah atau organisasi itu sendiri.

Coretan saat memandang megahnya GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta-Solo.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!