30 C
Jakarta

PCM Masaran Konsisten Gelar Kajian Ahad Pagi

Baca Juga:

SRAGEN, MENARA62.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Masaran terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan dakwah pencerahan melalui kegiatan Kajian Ahad Pagi yang rutin digelar di Balai Muhammadiyah Masaran, Kabupaten Sragen. Kegiatan pengajian ini telah berlangsung secara konsisten sejak 1998 dan hingga kini tetap terjaga sebagai bagian dari dakwah terstruktur Persyarikatan Muhammadiyah.

Setiap Ahad pagi, Balai Muhammadiyah Masaran menjadi pusat pembinaan keislaman yang terbuka bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Masaran dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Kabupaten Sragen.

Kajian Ahad Pagi atau Majelis Ta’lim tersebut secara berkelanjutan menghadirkan pemateri dari Korps Mubalig Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen. Para mubalig menyampaikan kajian tematik keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman, pengamalan, serta penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Ahad, 8 Februari 2026, Kajian Ahad Pagi menghadirkan narasumber Direktur Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Ir. H. Suranto, ST., MM., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Ramadhan: Keutamaan dan Kurikulum Ramadhan Menggapai Kesuksesan Hakiki”.

Materi disampaikan dengan gaya dakwah khas “Paimin & Paikem Gembrot”, yakni aktif, imajinatif, inovatif, kreatif, menyenangkan, dan gembira, namun tetap berbobot. Prof. Suranto juga menyelipkan sulap edukatif yang relevan dengan materi, sehingga suasana kajian terasa hidup, interaktif, dan mudah dipahami oleh jamaah dari berbagai kalangan usia.

Dalam pemaparannya, Prof. Suranto menekankan empat keutamaan utama bulan Ramadhan. Pertama, Ramadhan sebagai bulan ampunan, rahmat, dan pelipatgandaan amal. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, sehingga Ramadhan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperbanyak amal saleh.

Kedua, Ramadhan merupakan momentum peningkatan amal ibadah, seperti shalat, membaca dan memahami Al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak zikir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Ketiga, puasa berfungsi sebagai perisai diri yang membentengi seseorang dari perbuatan sia-sia dan perilaku maksiat. Keempat, keberhasilan Ramadhan ditandai dengan lahirnya pribadi bertakwa yang tercermin dalam akhlak mulia dan keberlanjutan amal saleh setelah Ramadhan berakhir.

Lebih lanjut, Prof. Suranto menjelaskan kurikulum Ramadhan yang diwujudkan melalui pelaksanaan amal saleh secara menyeluruh dengan niat yang lurus dan hati yang bersih. Ia menegaskan bahwa jalan menuju surga adalah ilmu pengetahuan, pintu surga adalah amal saleh, dan kuncinya adalah tauhid.

Kegiatan Kajian Ahad Pagi dimulai pukul 06.30 WIB hingga 08.15 WIB. Acara diawali dengan iftitah oleh Ustadz Sukarno, dimoderatori Ustadz H. Parlan, serta dipandu pengarah acara Ustadz Efendi, S.Psi. Antusiasme jamaah terlihat tinggi dan banyak di antaranya mengaku termotivasi untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan lebih baik.

Melalui kegiatan ini, PCM Masaran berharap Kajian Ahad Pagi terus menjadi sarana pembinaan keislaman yang berkelanjutan serta mampu membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia, berilmu, dan bertakwa. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!