SOLO, MENARA62.COM – Dukungan dan kebersamaan menjadi kekuatan penting bagi penyintas kanker payudara untuk bangkit, menjaga kesehatan, dan menjalani kehidupan dengan penuh optimisme. Semangat inilah yang dihadirkan RS PKU Muhammadiyah Surakarta melalui Gathering Komunitas Penyintas Kanker Payudara Grup Sehat dan Semangat (GSS), Ahad (1/11/2026).
Mengusung tema “Bersama Menguatkan, Bersama Menyehatkan”, kegiatan yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan RS PKU Muhammadiyah Surakarta tersebut diikuti 120 peserta. Mereka terdiri atas anggota GSS, dokter, tenaga kesehatan, serta jajaran direksi dan manajemen rumah sakit.
Gathering ini diselenggarakan dalam rangka Milad ke-114 Muhammadiyah, Milad ke-99 RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Hari Kesehatan Nasional ke-62, dan Peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia.
Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, edukasi kesehatan, dukungan emosional, sekaligus penguatan optimisme bagi para penyintas kanker payudara.
Suasana keakraban sudah terasa sejak awal kegiatan melalui senam bersama dan berbagai permainan ringan. Keceriaan para peserta menunjukkan bahwa perjalanan menghadapi kanker tidak harus dijalani sendirian. Dukungan dan persahabatan sesama penyintas menjadi kekuatan untuk terus menjalani kehidupan.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, mengapresiasi semangat para anggota GSS yang dinilainya telah memberikan inspirasi melalui perjalanan hidup mereka.
Menurutnya, keberadaan GSS memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih humanis. Pelayanan rumah sakit, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga harus memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan kualitas hidup pasien.
“Para anggota GSS telah memberikan inspirasi luar biasa. Mereka menunjukkan bahwa semangat untuk bangkit, saling mendukung, dan tetap produktif merupakan bagian penting dari proses menjalani kehidupan setelah menghadapi kanker. Bagi RS PKU Muhammadiyah Surakarta, komunitas ini bukan sekadar kelompok pasien, melainkan keluarga besar yang tumbuh bersama rumah sakit,” ungkapnya.
GSS Antar RS PKU Solo Raih Penghargaan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, dr. Arief juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi RS PKU Muhammadiyah Surakarta yang berhasil meraih Pemenang Kesatu Perhumasri Award 2026 kategori Program Kehumasan Rumah Sakit Terbaik (The Best Hospital Public Relations Program Award).
Menariknya, program yang diangkat dalam ajang penghargaan tersebut terinspirasi dari keberadaan dan aktivitas komunitas GSS.
Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa komunikasi yang dibangun melalui kedekatan, kepedulian, dan keterlibatan komunitas dapat memberikan dampak nyata bagi rumah sakit.
GSS tidak hanya menjadi penerima manfaat pelayanan kesehatan, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kepercayaan, memperkuat reputasi, serta menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua GSS, Ermawatie Syahyuni. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan RS PKU Muhammadiyah Surakarta yang selama lima tahun telah mendampingi perjalanan komunitas tersebut.
Menurutnya, dukungan rumah sakit bukan hanya berupa pelayanan pengobatan, melainkan juga fasilitas dan ruang bagi para penyintas untuk berkumpul, berinteraksi, belajar, serta saling menguatkan.
“Terima kasih kepada RS PKU Muhammadiyah Surakarta yang selama lima tahun ini telah mendampingi dan mendukung GSS. Rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan pengobatan, tetapi juga memberikan ruang bagi kami untuk berkumpul, saling berbagi, belajar, dan menguatkan satu sama lain. Bagi kami, dukungan ini sangat berarti karena membuat kami merasa tidak berjalan sendiri dalam menghadapi perjalanan hidup setelah kanker,” tutur Ermawatie.
Ia berharap GSS semakin berkembang menjadi komunitas yang solid, aktif, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan yang sedang berjuang menghadapi kanker payudara.
Penyintas Kanker Dibekali Edukasi Perawatan Kulit
Selain memperkuat kebersamaan, gathering GSS juga menghadirkan edukasi kesehatan melalui Health Sharing Session bersama dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Osdatilla Esa Putri, Sp.DVE.
Mengangkat materi “Tips Kesehatan Kulit bagi Pasien Penyintas Kanker Payudara”, sesi ini membahas berbagai perubahan kulit yang dapat terjadi selama maupun setelah pasien menjalani terapi kanker.
Dr. Osdatilla menjelaskan, penggunaan obat-obatan kemoterapi dapat menimbulkan sejumlah efek pada kulit, seperti kulit kering, lebih sensitif, gatal, perubahan warna kulit, hingga gangguan pada kuku dan rambut.
Respons setiap pasien terhadap terapi kanker dapat berbeda. Karena itu, pemahaman mengenai perawatan kulit menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan dan kualitas hidup pasien selama pengobatan maupun setelah kemoterapi.
“Perawatan kulit bagi pasien kanker tidak boleh dianggap sebagai hal yang sepele. Selama dan setelah kemoterapi, kulit dapat mengalami perubahan karena efek terapi yang dijalani. Pasien perlu menjaga kelembapan kulit, menggunakan produk perawatan yang lembut dan sesuai kondisi kulit, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, serta menghindari penggunaan produk yang berpotensi menimbulkan iritasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pasien segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan seperti ruam berat, luka, infeksi, atau perubahan kulit yang mengganggu.
Menurutnya, perawatan kulit bukan semata-mata berkaitan dengan penampilan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan, kenyamanan, dan kepercayaan diri penyintas kanker.
Dengan perawatan yang tepat serta konsultasi medis sesuai kebutuhan, pasien diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih nyaman.
Bangun Kedekatan Dokter dan Penyintas Kanker
Gathering GSS juga menjadi momentum mempererat hubungan antara anggota komunitas dengan dokter dan tenaga kesehatan yang selama ini mendampingi perjalanan pengobatan mereka.
Kehadiran tenaga kesehatan dari Poliklinik Bedah Onkologi, berbagai poliklinik spesialis, dan Instalasi Kemoterapi membuka kesempatan bagi para anggota untuk berkomunikasi lebih dekat, bertukar pengalaman, serta membangun hubungan yang lebih erat dengan tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta berharap GSS terus tumbuh menjadi komunitas yang kuat, inklusif, dan inspiratif.
Lebih dari sekadar wadah silaturahmi, GSS diharapkan menjadi ruang edukasi, dukungan emosional, dan pemberdayaan penyintas kanker payudara agar tetap sehat, mandiri, produktif, serta percaya diri.
Semangat “Bersama Menguatkan, Bersama Menyehatkan” sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari kepedulian dalam mendampingi, menguatkan, dan meningkatkan kualitas hidup setiap pasien. (*)
