AGAM, MENARA62.COM — Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemulihan pendidikan anak usia dini pascabencana banjir di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan dan penguatan sekolah inklusif di TK Muhammadiyah Aisyiyah Maninjau, Rabu (14/1/2025).
Banjir yang terjadi pada 28 November 2025 lalu berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sejumlah TK ‘Aisyiyah di sekitar Maninjau. Kerusakan sarana pembelajaran menyebabkan sekolah membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan kegiatan pendidikan secara optimal.
Dalam kegiatan ini, hadir Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, Sekretaris PP ‘Aisyiyah, Diyah Puspitarini, bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati. PP ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan berupa alat peraga edukatif (APE), kitchen set, media pembelajaran, serta pojok baca. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan sarana pendidikan sekaligus menjaga keberlanjutan layanan pembelajaran bagi anak-anak pascabencana.
Rita Pranawati, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan akses pendidikan yang setara, termasuk di wilayah terdampak bencana dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Tugas Dikdasmen adalah membangun role model sekolah inklusif, khususnya di daerah terdampak bencana dan wilayah 3T. Anak-anak di wilayah seperti ini harus tetap mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menegaskan bahwa keterlibatan ‘Aisyiyah merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan dan kepedulian terhadap pendidikan anak.
“Pendidikan menjadi ruang penting untuk memulihkan harapan pascabencana. Kehadiran kami adalah untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
Tri menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah bersama Kemendiknas juga melakukan kegiatan psikososial kepada guru dan anak agar siap memulai kembali proses belajar mengajar. ‘Aisyiyah memberikan bantuan alat gambar dan perlengkapannya kepada murid-murid TK sebagai sarana untuk mengekspresikan perasaannya dan tetap ceria setelah melalui situasi bencana.
Sementara itu, Ketua PW ‘Aisyiyah Sumatera Barat, Syur’aini, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini sangat membantu sekolah dan guru di wilayah terdampak banjir Maninjau, termasuk di beberapa jorong sekitar Danau Maninjau.
“Kehadiran PP ‘Aisyiyah dan Kemendikdasmen memberikan penguatan bagi guru dan masyarakat yang sedang berupaya bangkit,” ujarnya.
Kolaborasi antara Kemendikdasmen dan PP ‘Aisyiyah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan pendidikan pascabencana dengan pendekatan sekolah inklusif. Model ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan satuan pendidikan di wilayah rawan bencana dan daerah 3T, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain. (RI/Suri)

