SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo, Surakarta, mengembangkan kemandirian ekonomi umat melalui kolaborasi Kelompok Tani Sinar Mentari (KTSM) dengan Koperasi Punakawan Makmur Sejahtera (PSM) milik Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta. Kerja sama ini diarahkan untuk membangun usaha peternakan ayam berbasis permodalan bersama sekaligus memperkuat kesejahteraan anggota.
Kesepakatan awal tersebut dibahas pada Sabtu (24/10/2026) di teras kebun KTSM, Kampung Kepunton, Kelurahan Tegalharjo. Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan penuh semangat kebersamaan itu, kedua pihak menyepakati pengembangan peternakan ayam dengan skema kerja sama permodalan menggunakan akad musyarakah.
Melalui skema tersebut, Koperasi PSM menyediakan modal untuk pembangunan kandang dan pembelian ayam. Sementara itu, KTSM bertanggung jawab mengelola usaha peternakan dengan melibatkan para anggotanya.
Dalam kesepakatan awal, Koperasi PSM memperoleh porsi keuntungan sebesar 40 persen. Bagian keuntungan tersebut tidak langsung ditarik, tetapi akan diputar kembali untuk mengembangkan usaha hingga kapasitas kandang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pola ini diharapkan membuat usaha peternakan berkembang secara bertahap dan mengurangi ketergantungan terhadap tambahan modal dari luar.
Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Anggota
Kolaborasi KTSM dan Koperasi PSM tidak hanya berfokus pada penyediaan modal usaha. Kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi anggota KTSM untuk bergabung menjadi anggota koperasi.
Simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela anggota berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung operasional peternakan sesuai ketentuan koperasi dan kesepakatan bersama.
Selain mengandalkan modal koperasi dan anggota, skema tersebut juga membuka peluang partisipasi pihak ketiga yang ingin ikut menanamkan modal dalam pengembangan usaha.
Dengan pola permodalan bersama, peternakan ayam diharapkan menjadi sarana belajar mengelola usaha secara kolektif, membangun budaya menabung, dan memperkuat gotong royong ekonomi di tengah masyarakat.
Ke depan, setelah kebutuhan ayam untuk usaha bersama terpenuhi melalui dukungan permodalan koperasi dan anggota KTSM, para anggota diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan peternakan secara mandiri.
Kemandirian tersebut juga diharapkan berdampak langsung terhadap kebutuhan rumah tangga, termasuk dalam memenuhi asupan protein keluarga melalui telur ayam segar.
Bagi PRM Tegalharjo, langkah ini merupakan bagian dari dakwah yang tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui upaya konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kebun KTSM yang selama ini dikembangkan melalui kegiatan pertanian dan hidroponik pun mulai diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif dengan bidang usaha yang semakin beragam.
Mahasiswa Ners Bantu Benahi Kebun KTSM
Selain merintis kerja sama peternakan ayam, kebun KTSM juga menjadi ruang kolaborasi masyarakat dengan kalangan perguruan tinggi.
Pada Ahad (25/10/2026), mahasiswa program profesi Ners Universitas ‘Aisyiyah Surakarta yang tengah berkegiatan di Kelurahan Tegalharjo turut bergotong royong membenahi tata letak dan lanskap kebun.
Di bawah arahan koordinator kebun, Tri Murjoko, para mahasiswa membantu menata area kebun agar kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman berlangsung lebih efektif.
“Hari ini mahasiswa diarahkan Mas Tri Murjoko untuk mengubah lanskap kebun agar proses penanaman dan pemeliharaan lebih efektif,” kata Ali Nur Syam Hidayat, yang memimpin kegiatan kebun pada Ahad tersebut.
Kegiatan gotong royong meliputi pembersihan dan perapian area kebun, pemindahan tanaman dalam pot, serta optimalisasi sirkulasi instalasi hidroponik. Penataan ini diharapkan membuat kebun lebih rapi, mudah dirawat, dan mampu mendukung produktivitas tanaman.
Keterlibatan mahasiswa juga memberikan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pada saat yang sama, mereka turut berkontribusi dalam pengembangan lingkungan produktif yang dikelola warga.
Kebun Produktif, Dakwah Berdampak Nyata
Dua kegiatan tersebut memperlihatkan upaya PRM Tegalharjo menjadikan kebun KTSM sebagai ruang kolaborasi lintas kelompok. Kelompok tani, koperasi, mahasiswa, dan masyarakat didorong mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Pengembangan peternakan ayam menjadi langkah untuk memperkuat kegiatan ekonomi, sedangkan pembenahan kebun mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian dan hidroponik.
Melalui kolaborasi ini, KTSM diharapkan tidak hanya berkembang sebagai kelompok pertanian, tetapi juga menjadi salah satu penggerak kemandirian ekonomi umat di Kelurahan Tegalharjo.
Semangat yang dibangun adalah menghubungkan kerja sama, pengelolaan usaha, dan pemberdayaan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh anggota dan lingkungan sekitar. (*)
