JAKARTA, MENARA62.COM — Pengajian Rumah Sakinah Muhammadiyah kembali mengangkat isu penting seputar pengasuhan dan perlindungan anak melalui tema “Keluarga sebagai Pondasi Pembangunan Karakter Anak”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Sekretariat Rumah Sakinah Muhammadiyah, Rumah Susun Conver Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pengajian ini menghadirkan Misran Lubis, S.Ag, Sekretaris Rumah Sakinah Muhammadiyah sekaligus Kepala Bidang KOJ MPKS PP Muhammadiyah, sebagai penceramah utama. Sambutan pembukaan disampaikan oleh Dedi Warman, S.Fil.I. selaku Bendahara RSM dan Wakil Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah. Dalam tausiyahnya, disampaikan bahwa keluarga memiliki peran sangat strategis dalam membentuk karakter anak, terlebih di tengah meningkatnya persoalan sosial yang melibatkan anak sepanjang tahun 2025.
Berbagai laporan menunjukkan masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga, serta tindak pidana yang melibatkan anak. Kondisi ini menjadi alarm penting bahwa penguatan fungsi keluarga tidak bisa ditunda. Rumah, menurut Misran, seharusnya menjadi ruang paling aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh, belajar nilai-nilai kehidupan, dan membangun karakter.
Dalam perspektif Islam, tanggung jawab orang tua terhadap anak ditegaskan secara jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).
Ayat ini menegaskan bahwa mendidik anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjaga akidah, akhlak, dan kepribadiannya. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa setiap orang tua adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Karena itu, keluarga menjadi sekolah pertama dan utama bagi anak sebelum mereka berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas.
Pengajian ini juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital, di mana anak-anak sangat dekat dengan gawai, media sosial, dan arus informasi yang begitu cepat. Orang tua dituntut tidak hanya mampu membatasi, tetapi juga mendampingi, mengarahkan, dan memberikan keteladanan dalam penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Beberapa pesan penting yang ditekankan dalam pengajian antara lain: pentingnya komunikasi hangat antara orang tua dan anak, keteladanan dalam sikap dan perilaku, pengasuhan berbasis kasih sayang tanpa kekerasan, serta penguatan literasi digital keluarga. Nilai-nilai keislaman juga perlu dihidupkan dalam keseharian, seperti ibadah bersama, pembiasaan akhlak mulia, dan membangun suasana rumah yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Melalui Pengajian Rumah Sakinah Muhammadiyah, diharapkan keluarga-keluarga Muhammadiyah semakin siap menghadapi tantangan zaman dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan. Keluarga yang kuat diyakini menjadi pondasi penting bagi terwujudnya masyarakat dan bangsa yang berkemajuan. (*)
