KUALA KAPUAS, MENARA62.COM – Setelah malam sebelumnya mengikuti Program Tarawih Keliling Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas di Masjid Jami’ Mambulau, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. KH. Sa’ad Ibrahim, M.A., melanjutkan agenda dakwahnya di Kuala Kapuas.
Pada Sabtu (28/02) ba’da Salat Subuh, beliau menyampaikan tausiyah dalam Kuliah Subuh selama kurang lebih satu jam di Masjid Al Ikhsan Kapuas. Kehadiran beliau disambut antusias oleh jamaah yang memenuhi masjid sejak usai Salat Subuh.
Dalam ceramahnya, Kiai Sa’ad mengulas sejumlah konsep fundamental dalam Islam, khususnya tentang hidayah Allah, ayat-ayat kebesaran-Nya, dan fitrah manusia.
Ia menjelaskan bahwa hidayah Allah sesungguhnya telah diberikan kepada manusia bahkan sebelum dilahirkan ke dunia. Hal ini merujuk pada QS Al-A’raf ayat 172 yang menggambarkan perjanjian primordial antara Allah dan ruh manusia, ketika seluruh ruh bersaksi atas ketuhanan Allah. Konsep tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki potensi bawaan untuk mengenal dan mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memahami ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam semesta (cakrawala) maupun yang terdapat dalam diri manusia. Menurutnya, seorang Muslim tidak boleh berhenti pada fenomena atau tanda semata, melainkan harus sampai pada Dzat yang ditunjukkan oleh tanda tersebut, yakni Allah SWT.
Beliau memberikan ilustrasi sederhana: ketika seseorang sakit, dokter tidak hanya melihat gejalanya, tetapi mencari akar penyebab penyakit. Demikian pula dalam kehidupan, berbagai peristiwa dan fenomena seharusnya mengantarkan manusia pada kesadaran dan keyakinan kepada Allah.
Kiai Sa’ad juga menguraikan bahwa manusia terdiri atas dimensi jasmani dan rohani. Keduanya penting, namun aspek rohani memiliki kedudukan yang lebih utama. Ia mengaitkan hal ini dengan ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya di ufuk dan dalam diri manusia. Manusia diciptakan dengan fitrah, yakni kecenderungan alami untuk berpihak pada kebenaran, kebaikan, dan keindahan.
Dalam konteks itu, Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup yang menuntun manusia memahami hubungan dengan Allah dan mengenali makna keberadaannya di dunia. Melalui Al-Qur’an, hidayah Allah menjadi lebih jelas dan terarah dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir tausiyah, ia mengajak jamaah untuk kembali merenungi hidayah yang telah Allah anugerahkan sejak awal penciptaan, memahami tanda-tanda kebesaran-Nya di alam dan dalam diri, serta menjaga fitrah kemanusiaan agar tetap condong pada nilai-nilai kebaikan.
Ketua PDM Kapuas, Dr.H. Suwarno Muriyat, S. Ag., M. Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan yang meskipun bersifat mendadak, namun sarat motivasi dan penguatan bagi gerakan Muhammadiyah di daerah.
Usai seluruh rangkaian kegiatan dakwah, Kyai Saad melanjutkan perjalanan ke Palangka Raya untuk bertolak kembali ke Jakarta melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Muhammadiyah Kapuas Sehari penuh kebersamaan di Kapuas meninggalkan kesan mendalam bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum transformasi diri dan penguatan gerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah hingga ke daerah-daerah.
