SOLO, MENARA62.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan pentingnya penguatan peran pengembangan amal usaha berbasis nilai ketakwaan dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal keluarga besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Ahmad Syafi’i Ma’arif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS Kampus 2 tersebut diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, tenaga harian lepas, tenaga outsourcing, pensiunan, serta perwakilan mahasiswa.
Dalam tausiyahnya, Salmah Orbayinah menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk membangun fondasi ketakwaan yang harus tercermin dalam pengelolaan dan pengembangan amal usaha, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga sarana pembentukan karakter yang berdampak pada kualitas kerja dan pengabdian.
Menurutnya, ketakwaan akan melahirkan berbagai kebaikan dalam kehidupan. Orang yang bertakwa akan diberikan jalan keluar dari setiap persoalan, dimudahkan dalam berbagai urusan, serta memperoleh rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Selain itu, ketakwaan juga menghadirkan kemampuan membedakan antara yang benar dan salah (furqan), sekaligus mendatangkan perlindungan dan kedekatan dengan Allah dalam menjalani kehidupan.
Salmah menambahkan bahwa nilai-nilai utama Ramadan seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus terus dihidupkan setelah bulan suci berakhir. Nilai-nilai tersebut perlu diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun kampus, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan.
Dalam konteks perguruan tinggi, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk mewujudkan nilai ketakwaan dalam praktik nyata. Hal ini dapat tercermin melalui kejujuran dalam penelitian, keikhlasan dalam mengajar, serta keberanian dalam menegakkan kebenaran. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter yang berintegritas.
Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak boleh berhenti sebagai “menara gading”, melainkan harus menjadi “menara air” yang mampu mengalirkan manfaat luas bagi masyarakat. Pengembangan amal usaha harus diarahkan agar mampu menghadirkan solusi dan kontribusi nyata bagi kehidupan umat.
Salmah turut mengapresiasi kuatnya sinergi (ta’awun) antara UMS dan ‘Aisyiyah. Dukungan UMS terhadap berbagai program ‘Aisyiyah dinilai menjadi faktor penting yang menghadirkan kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan misi organisasi. Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama dalam memajukan amal usaha.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama mewujudkan UMS sebagai pusat nilai yang meneguhkan, pusat gerakan yang membebaskan, dan pusat ilmu yang mencerahkan. Ia menekankan bahwa kekuatan niat dan besarnya misi akan menentukan keberlanjutan energi dalam berkhidmat.
“Jika niat kita sudah benar, maka energi kita tidak akan habis. Jika misi kita besar, maka langkah kita tidak akan kecil,” ungkapnya.
Melalui momentum halal bihalal ini, Salmah berharap nilai ketakwaan dapat terus menjadi ruh dalam pengembangan amal usaha, sehingga perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mampu melahirkan generasi unggul yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Rektor UMS, Harun Joko Priyatno, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa seluruh sivitas akademika UMS memiliki tanggung jawab bersama untuk terus memajukan institusi dengan kerja yang sungguh-sungguh dan profesional. Ia mengingatkan bahwa Allah mencintai hamba yang bekerja secara optimal dan penuh kesempurnaan.
Harun juga mengungkapkan perkembangan UMS yang saat ini memiliki 82 program studi dan akan bertambah menjadi 85 dengan rencana pembukaan program doktoral baru, yakni S3 Informatika dan S3 Rekayasa Berkelanjutan. Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki UMS, yang terdiri dari 816 dosen, 350 tenaga kependidikan, serta 856 tenaga harian lepas.
Ia berharap semangat kebersamaan dalam momentum halal bihalal ini dapat semakin memperkuat komitmen seluruh keluarga besar UMS untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (Suri)


