30 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Solo Susun Peta Jalan Sekolah Berkemajuan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — SD Muhammadiyah 1 Solo terus memperkuat langkah menuju sekolah berkeunggulan melalui penyusunan peta jalan masa depan berbasis inovasi pembelajaran. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah Sri Sayekti dalam kegiatan perdana Project Management Office (PMO) Sekolah Model PM-K (Pembelajaran Mendalam-Koding), Jumat (10/4).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Sehat, Jalan Kartini Barat Pura Mangkunegaran, ini menjadi momentum awal dalam merancang strategi pengembangan sekolah yang adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya di era kecerdasan buatan (AI) dan koding.

Sri Sayekti menjelaskan bahwa rangkaian program akan dimulai pada April 2026 dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) serta diskusi komunitas belajar yang melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai fasilitator. Program kemudian dilanjutkan pada Mei dengan coaching dan supervisi pembelajaran, hingga ditutup pada Juni melalui workshop intensif pembelajaran berdiferensiasi di kelas.

Menurutnya, masa depan SD Muhammadiyah 1 Ketelan—yang telah berdiri sejak 1935—akan semakin gemilang jika mampu mengintegrasikan nilai-nilai kurikulum ISMUBA dengan pendekatan pembelajaran mendalam, teknologi AI, dan koding.

“Belajar teori AI dan koding di platform pembelajaran, mempraktikkannya melalui lesson study bersama komunitas belajar, lalu disempurnakan dengan coaching oleh kepala sekolah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan Rapor Pendidikan melalui metode yang interaktif dan terukur.

Lebih lanjut, Sayekti menargetkan penguatan posisi sekolah sebagai rujukan nasional yang berbudaya mutu. Untuk mencapai hal tersebut, ia mendorong optimalisasi peran komunitas belajar dalam merancang modul ajar berbasis integrasi koding sederhana dan pemanfaatan AI.

Implementasi strategi ini juga didukung melalui observasi terjadwal dengan metode lesson study, di mana para guru saling belajar dan mengamati praktik pembelajaran di kelas. Tak hanya itu, refleksi praktik baik dilakukan secara berkala untuk berbagi strategi dalam mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, baik audio, visual, maupun kinestetik dengan dukungan perangkat digital.

“Melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, kami optimistis dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berkemajuan,” pungkas Sri Sayekti.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi SD Muhammadiyah 1 Solo dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!