SUKOHARJO, MENARA62.COM — Menyiapkan anak menghadapi dunia yang semakin terhubung membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran di ruang kelas. Sekolah dan keluarga perlu berjalan beriringan. Semangat itulah yang diusung SD UMS Global Citizen melalui Global Parent Summit (GPS) 2026.
Kegiatan bertema “Menumbuhkan Generasi Pemimpin Dunia Masa Depan melalui Kurikulum Standar Internasional dan Nilai-Nilai Islam” tersebut digelar di Aula SD UMS Global Citizen, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (3/10/2026).
Sebanyak 325 peserta yang terdiri atas orang tua, calon wali murid, dan masyarakat umum mengikuti forum tersebut. GPS 2026 tidak hanya menjadi sarana sosialisasi program sekolah, tetapi juga ruang edukasi dan dialog mengenai pendidikan, parenting, kurikulum, serta perkembangan anak di tengah tantangan global.
Kepala SD UMS Global Citizen, Nasrul Harahab, S.Pd.I., Gr., M.Pd., menegaskan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak.
“Pendidikan anak tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Dibutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga agar nilai, kebiasaan, dan pengalaman belajar yang diterima anak dapat berjalan secara selaras,” ujarnya.
Menurutnya, konsep parenting yang dibangun melalui GPS tidak berhenti pada penyampaian informasi sekolah kepada orang tua. Orang tua juga didorong memahami cara menciptakan lingkungan rumah yang mampu mendukung rasa ingin tahu, eksplorasi, kebiasaan belajar, komunikasi, dan pembentukan karakter anak.
Forum tersebut sekaligus membuka ruang bagi orang tua untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, kebutuhan, dan harapan. Berbagai masukan itu diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan program pendidikan sekolah.
Hadirkan Empat Pembicara
Untuk memperkaya perspektif, GPS 2026 menghadirkan empat pembicara dari latar belakang pendidikan, akademik, dan pengembangan pendidikan internasional.
Mereka adalah Hafiza Sana M., MA., B.Ed., M.Phil., Scholarship Awardee & Researcher dari University of Southern Pakistan; Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., Dekan FKIP UMS sekaligus Ketua BPH SD UMS Global Citizen; Honny Steward, M.Ed., Ph.D., Direktur Sentra Edu Global; serta Fitri Kurniawan, S.Pd., M.Res.Ed., Dosen UMS sekaligus Founder of English for Football Academy.
Kehadiran para pembicara tersebut mempertemukan beragam perspektif, mulai dari pendidikan global, perkembangan anak, pengembangan kurikulum, hingga penguatan nilai-nilai Islam dalam pendidikan.
Salah satu fokus yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah arah pendidikan SD UMS Global Citizen yang mengintegrasikan perspektif dan sumber belajar National Geographic Learning dengan penguatan karakter serta nilai keislaman.
Kerja sama dengan National Geographic Learning melalui PT Sentra Edu Global menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pengalaman belajar berwawasan internasional. Kolaborasi tersebut juga diarahkan pada pengembangan pembelajaran, budaya literasi, dan peningkatan kompetensi guru.
Global Citizen, Tetap Berakar pada Nilai Islam
SD UMS Global Citizen dikembangkan sebagai laboratorium pendidikan di bawah FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sekolah tersebut diarahkan untuk membentuk peserta didik yang memiliki wawasan global, kemampuan akademik, karakter, sekaligus nilai-nilai keislaman.
Konsep pendidikan yang dikembangkan mengintegrasikan kurikulum nasional, pendidikan Muhammadiyah, dan perspektif internasional. Penguatan bahasa, teknologi digital, karakter, serta pendidikan religius juga menjadi bagian dari arah pengembangan sekolah.
Melalui GPS 2026, sekolah ingin memastikan visi tersebut tidak hanya dipahami oleh guru, tetapi juga diketahui dan didukung keluarga.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, lagu kebangsaan dan Mars Sang Surya, special performance, sesi utama bersama pembicara, hingga parenting talkshow dan tanya jawab.
Dari Hubungan Layanan Menjadi Kemitraan
GPS 2026 diarahkan untuk mengubah pola hubungan sekolah dan orang tua. Bukan lagi sekadar hubungan layanan pendidikan, melainkan kemitraan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Melalui kemitraan tersebut, orang tua diharapkan memperoleh pemahaman lebih utuh mengenai visi SD UMS Global Citizen, karakteristik pembelajaran, penerapan perspektif National Geographic Learning, serta bentuk pendampingan yang dapat dilakukan di rumah.
Sekolah juga menargetkan terbangunnya komunikasi dua arah yang konstruktif serta komitmen tindak lanjut antara sekolah, guru, dan keluarga.
Dengan semangat global citizen yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, GPS 2026 menjadi salah satu langkah SD UMS Global Citizen membangun ekosistem pendidikan yang tidak semata mengejar capaian akademik.
Lebih dari itu, sekolah ingin menumbuhkan karakter, kepedulian, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kesiapan anak menghadapi masa depan sebagai bagian dari masyarakat global. (*)

