30 C
Jakarta

Sisternet XLSMART Bertransformasi: Hadirkan Ruang Aman Digital dan Fitur DigiHer untuk Perempuan Indonesia

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) meluncurkan versi terbaru aplikasi dan situs web Sisternet sebagai upaya memperkuat pemberdayaan perempuan pada era digital. Pembaruan ini menegaskan peran Sisternet bukan hanya sebagai platform pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang aman digital yang inklusif di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Peresmian dilakukan dalam acara Community Gathering SIS CONNECT melalui Gerakan #1JutaSisterDigital di Kantor XLSMART, Selasa (10/2/2026). Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Director & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys, Kepala Badan Pengembangan SDM KemKomdigi RI Boni Pudjianto, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA RI Dra. Desy Andriani, serta Staf Khusus Menteri KemKomdigi RI Alfreno Ramadhan.

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan,”Peluncuran fitur baru Aplikasi Sisternet merupakan wujud komitmen XLSMART dalam memperkuat ruang aman digital bagi perempuan Indonesia. Kami percaya bahwa akses terhadap literasi dan keterampilan digital harus dibarengi dengan perlindungan yang memadai, agar perempuan dapat berpartisipasi secara aktif, aman, dan berdaya di ekosistem digital nasional.”

Ia menjelaskan, integrasi fitur DigiHer dan Ruang Aman Sister menjadikan Sisternet sebagai ekosistem terpadu yang menghubungkan pelatihan, komunitas, dan kanal perlindungan dalam satu aplikasi. XLSMART menargetkan platform ini mampu mendorong lebih banyak perempuan masuk ke ekosistem digital dan berkontribusi pada ekonomi kreatif, sekaligus mendukung pencapaian target talenta digital nasional.

Versi terbaru Sisternet menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan sebelumnya. Selain memperkuat fungsi literasi dan komunitas, aplikasi ini kini mengintegrasikan layanan strategis nasional serta memosisikan diri sebagai platform digital yang aman dan inklusif.

Salah satu pembaruan utama adalah kehadiran fitur DigiHer yang terhubung langsung dengan program Digital Talent Scholarship dari Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Fitur ini membuka akses pelatihan keterampilan digital berskala nasional bagi perempuan guna meningkatkan daya saing dan peluang ekonomi.

Kepala BPSDM Kemkomdigi RI, Boni Pudjianto menyampaikan, ”Kolaborasi melalui integrasi Sisternet dan Digitalent Mobile merupakan komitmen Kemkomdigi dan XLSMART untuk memastikan tidak adanya hambatan akses bagi Perempuan Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem digital nasional, mulai dari literasi digital, re-skilling, dan up-skilling, sertifikasi, hingga mencari peluang kerja.”

Tak hanya itu, fitur Ruang Aman Sister kini terintegrasi dengan SAPA 129, kanal resmi pelaporan kekerasan berbasis gender online. Integrasi ini memperkuat fungsi Sisternet sebagai platform perlindungan yang memudahkan perempuan mendapatkan akses bantuan secara cepat dan terpercaya.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA RI, Dra. Desy Andriani, menyambut baik inisiatif ini, “Integrasi Lapor SAPA 129 ke Sisternet secara signifikan memperluas jangkauan layanan pengaduan bagi Perempuan melalui satu platform yang sudah banyak digunakan. Ini bukan sekedar penggabungan sistem, melainkan penyatuan ekosistem perlindungan dan pemberdayaan menuju terwujudnya ruang digital yang aman dan positif bagi Perempuan untuk berkreasi tanpa rasa takut.”

Desy juga mengungkapkan data SPHPN 2024 yang mencatat 7,5 persen perempuan di Indonesia pernah mengalami Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE), dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 15–24 tahun. “Kekerasan kini berpindah ke ruang digital yang sering tidak terlihat. Integrasi ini menjadi terobosan penting untuk membuka peluang bagi semua pihak bergerak bersama mengatasi fenomena ‘gunung es’ kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Indonesia.” Tegasnya.

Hingga kini, Sisternet telah diunduh lebih dari 1,6 juta pengguna. XLSMART menargetkan 2,4 juta perempuan Indonesia dapat “go digital” hingga akhir 2026, sejalan dengan upaya memperluas partisipasi perempuan dalam ekosistem digital nasional.

Peluncuran ini juga dilatarbelakangi kesenjangan digital gender yang masih lebar, dengan selisih penggunaan internet mencapai 21 persen. Selain itu, partisipasi literasi digital perempuan dinilai masih rendah, sementara kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) tercatat 1.791 kasus sepanjang 2024.

Keunggulan Sisternet terletak pada integrasinya dengan program pemerintah seperti KOMDIGI dan KPPPA, serta ekosistem pembelajaran, komunitas, dan perlindungan yang terpusat dalam satu aplikasi.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XLSMART, kementerian terkait, komunitas, mitra lembaga masyarakat, serta berbagai tokoh pendukung. Pelanggan XLSMART dapat berpartisipasi dengan mengunduh aplikasi Sisternet untuk mengakses pelatihan DigiHer, kelas literasi digital, festival, kompetisi, hingga bergabung dalam gerakan #1JutaSisterDigital.

Melalui langkah ini, XLSMART berharap dapat berkontribusi pada target nasional 9 juta talenta digital pada 2030, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam ekonomi dan kreativitas digital Indonesia.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!