36.1 C
Jakarta

Tanwir HW 2026 Tetapkan Enam Program Strategis, Bidik Modern Scout

Baca Juga:

METRO LAMPUNG, MENARA62.COM – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) menetapkan enam program strategis nasional untuk memperkuat karakter, kecakapan digital, kepedulian lingkungan, hingga kesiapsiagaan bencana. Keputusan ini menjadi bagian dari transformasi HW menuju gerakan kepanduan modern atau Modern Scout tanpa meninggalkan jati diri kepanduan Muhammadiyah.

 

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 2026 yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro, Kota Metro, Lampung. Mengusung tema “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”, forum ini menjadi momentum konsolidasi dan pembaruan arah gerakan memasuki abad kedua.

 

Melalui Surat Keputusan Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Nomor 212/KEP/Kwarpus/A/X/2026, Tanwir merumuskan paradigma Kepanduan Berkemajuan sebagai landasan pengembangan organisasi. Paradigma ini menekankan penguatan karakter, kecakapan hidup, literasi digital, dan kepedulian lingkungan yang tetap berpijak pada prinsip dasar kepanduan Muhammadiyah.

 

Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Ramanda Aman Suyadi, mengatakan keputusan Tanwir merupakan implementasi dari tema Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan.

 

“Tema ini sangat tepat, khususnya dalam rangka pengembangan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan untuk meneguhkan jati diri kepanduan Muhammadiyah sekaligus memperkuat relevansi, kapasitas, dan daya adaptasi gerakan dalam menghadapi dinamika zaman,” ujarnya.

 

Enam Program Prioritas HW

 

Salah satu keputusan utama Tanwir I HW 2026 adalah penetapan enam program unggulan nasional yang diarahkan untuk memperkuat peran kepanduan di tengah perkembangan teknologi dan tantangan sosial.

 

Enam program tersebut meliputi:

 

1. HW Disaster Response, berupa edukasi dan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

2. Green Scout Movement, melalui kegiatan pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, pengembangan bank sampah, dan penanaman pohon.

3. Literasi Digital dan Aksi Lingkungan, untuk memperkuat pemahaman teknologi sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian alam.

4. Milad dan Kemah Bakti, sebagai wadah kreativitas dan pengembangan potensi Pandu Penghela dan Penuntun.

5. Digital Scout Talent, untuk mengembangkan bakat, keterampilan, dan potensi digital anggota HW.

6. Temu Qabilah dan Kafilah Tahunan, guna memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan konsolidasi antaranggota serta satuan kepanduan.

 

Keenam program tersebut dirancang agar kegiatan kepanduan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali anggota dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Digitalisasi Organisasi hingga Pemanfaatan AI

 

Selain menetapkan program prioritas, Tanwir I HW 2026 mendorong penguatan organisasi melalui konsolidasi dan revitalisasi struktur kwartir, mulai tingkat pusat hingga qabilah.

 

Digitalisasi tata kelola menjadi salah satu agenda penting. HW akan mempercepat pembaruan sistem administrasi dan pendataan anggota, mengembangkan Kartu Tanda Anggota (KTA) digital, serta menjajaki integrasi dengan aplikasi MASA.

 

Transformasi juga menyasar sistem pendidikan dan pelatihan kepanduan. Kurikulum akan disempurnakan dengan memasukkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan (PDK-MK), teknologi digital, serta eko-kepanduan.

 

Sistem pelatihan dirancang berlangsung secara berjenjang, berkelanjutan, dan berbasis kompetensi melalui pendekatan pembelajaran campuran atau blended learning.

 

Dalam pengembangan menuju Modern Scout, HW juga mendorong penyediaan materi kepanduan digital dalam format buku elektronik dan PDF. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut dijajaki untuk mendukung pembelajaran, pendataan, dan peningkatan kompetensi pelatih.

 

Langkah tersebut diharapkan membuat proses pendidikan kepanduan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperluas akses anggota terhadap materi pembelajaran.

 

Dorong Kemandirian Ekonomi dan Perluasan Jaringan

 

Tanwir I HW 2026 turut menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi organisasi. Untuk itu, HW mendorong pengembangan HW Business Center, unit usaha, dan koperasi sebagai penopang keberlanjutan gerakan.

 

Forum tersebut juga menyepakati perlunya kajian ulang terhadap kebijakan seragam dan atribut organisasi.

 

Di bidang kemitraan, HW akan memperkuat kerja sama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA), serta instansi pemerintah. Pemerataan pengembangan kepanduan di seluruh Indonesia, terutama wilayah Indonesia Timur, juga menjadi perhatian.

 

Tanwir merekomendasikan penguatan qabilah HW di sekolah, pesantren, dan PTMA agar pendidikan kepanduan semakin luas dan terintegrasi dengan ekosistem pendidikan Muhammadiyah.

 

Selain itu, HW mendorong koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pengakuan pendidikan kepanduan HW dalam jalur pendidikan nonformal.

 

Berbagai keputusan tersebut menjadi pijakan bagi Hizbul Wathan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pendidikan kepanduan, dan memperluas kontribusi sosial.

 

Melalui paradigma Kepanduan Berkemajuan, HW berupaya menjawab tantangan zaman dengan menggabungkan pembentukan karakter, penguasaan teknologi, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi tanpa kehilangan identitasnya sebagai gerakan kepanduan Muhammadiyah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!