37.5 C
Jakarta

UMRI Perkuat Mutu Pendidikan Teknik Mesin PTMA

Baca Juga:

PEKANBARU, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjadi tuan rumah Musyawarah Anggota Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSTM-PTMA) pada 12–13 Oktober 2026. Forum ini menjadi momentum untuk menyelaraskan kurikulum, meningkatkan mutu akademik, dan memperkuat kolaborasi pendidikan teknik mesin di lingkungan PTMA.

 

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Utama UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III UMRI, Dr Wahyu Busyro, SE MESy PhD, pada Senin (12/10/2026).

 

Musyawarah ini dihadiri Ketua Umum APSTM-PTMA Ir Acep Wagiman, ST MT, Sekretaris APSTM-PTMA Dr Ir Yepy Komaril Sofi’i, ST MT, Bendahara APSTM-PTMA Ir Sulis Yulianto, ST MT, Dekan Fakultas Teknik UMRI Dr Ir Indra Hasan, ST MT IPU ASEAN Eng, serta Ketua Program Studi Teknik Mesin UMRI Dr Budi Istana, MEng.

 

Hadir pula pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika Fakultas Teknik UMRI, serta perwakilan program studi teknik mesin dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia.

 

Dekan Fakultas Teknik UMRI, Indra Hasan, menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan kebanggaan bagi program studi dan fakultas yang dipimpinnya.

 

Ia berharap musyawarah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan rumusan strategis yang dapat diterapkan oleh seluruh perguruan tinggi anggota asosiasi.

 

Menurutnya, sejumlah agenda penting yang perlu mendapat perhatian meliputi penyelarasan kurikulum, peningkatan mutu akademik dan akreditasi program studi, serta penguatan kolaborasi sumber daya manusia (SDM).

 

Saat ini, Fakultas Teknik UMRI menaungi empat program studi, yakni Teknik Mesin, Mesin Otomotif, Teknik Industri, dan Teknik Kimia. Pengembangan program studi dan peningkatan jumlah mahasiswa menjadi bagian dari upaya UMRI memperkuat kapasitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

 

Himpun 25 Perguruan Tinggi, APSTM-PTMA Perkuat Kolaborasi

 

Ketua Umum APSTM-PTMA, Acep Wagiman, mengapresiasi UMRI yang telah memfasilitasi penyelenggaraan musyawarah anggota tersebut.

 

Ia menjelaskan, APSTM-PTMA saat ini menghimpun 25 perguruan tinggi sebagai anggota. Asosiasi tersebut menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, membangun kerja sama, dan mendorong kemajuan pendidikan teknik mesin di lingkungan PTMA.

 

Melalui musyawarah ini, ia berharap para anggota dapat saling bertukar gagasan dan pengalaman, merespons perkembangan teknologi, serta merumuskan langkah bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan teknik mesin.

 

“Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Acep.

 

Kolaborasi antarprogram studi dinilai penting agar pengembangan pendidikan teknik mesin tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui forum asosiasi, perguruan tinggi dapat berbagi praktik baik dalam penyelenggaraan pembelajaran, pengembangan kompetensi dosen, hingga peningkatan kualitas lulusan.

 

Kurikulum Teknik Mesin Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

 

Sementara itu, Wakil Rektor III UMRI, Wahyu Busyro, menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing pendidikan teknik mesin di Indonesia.

 

Ia berharap musyawarah anggota tersebut menghasilkan rumusan strategis yang dapat berkontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, terutama dalam penyelarasan kurikulum, peningkatan mutu akademik, pengembangan riset dan publikasi ilmiah, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.

 

Menurut Wahyu, perkembangan teknologi dan dinamika kebutuhan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Karena itu, kerja sama yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan industri.

 

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Keterhubungan tersebut diperlukan agar proses pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.

 

Dengan sinergi tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan siap berkontribusi dalam berbagai sektor industri.

 

“Semoga dengan kegiatan ini akan memajukan teknik mesin di Indonesia dan membawa kemajuan bagi anggota asosiasi di perguruan tinggi Muhammadiyah,” pesan Wahyu.

 

Penyelenggaraan Musyawarah Anggota APSTM-PTMA di UMRI diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperluas jejaring kerja sama antar-PTMA. Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan program kolaboratif dalam peningkatan kualitas pembelajaran, riset, publikasi ilmiah, dan kompetensi lulusan.

 

Melalui kolaborasi yang semakin kuat, UMRI bersama perguruan tinggi anggota APSTM-PTMA berupaya mendorong pendidikan teknik mesin yang bermutu sekaligus menyiapkan SDM unggul untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia industri. (Syae/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!