SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan dominasinya sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dan kampus Islam terbaik di Indonesia.
Secara global, UMS bertahan di posisi 741-750 menurut pemeringkatan QS World University Rankings Asia 2026. Sementara itu, dalam QS World University Rankings Sustainability 2026, UMS berada pada rentang peringkat global 1401-1500.
Dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, UMS kembali meraih peringkat 1 bersama Binus University sebagai kampus swasta terbaik sekaligus sebagai kampus Islam terbaik di Indonesia. Pada level nasional UMS menempati posisi 1 pada indikator kualitas riset dengan skor 60,5, dan menempati posisi 3 bersama dengan lima kampus lainnya. Secara global, UMS meraih peringkat global 1201-1500.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa posisi UMS dalam berbagai pemeringkatan menunjukkan posisi dan reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional.
“THE dan QS harus kita seriusi, karena ini adalah pemeringkatan yang diakui oleh pemerintah,” ujarnya, Kamis (5/3).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemeringkatan lainnya juga tetap perlu diseriusi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi.
Harun mengungkap, tata kelola dan pengembangan UMS senantiasa mengedepankan proses transformasi yang progresif, berkelanjutan, berdampak, bereputasi, serta berkontribusi sebagai penggerak perubahan. Oleh karena itu, tata kelola dan pengembangan UMS baik dalam bidang akademik maupun kelembagaan dilandaskan pada pilar inovasi tanpa henti yang adaptif, produktif, progresif, dan moderatif, terutama dalam pelaksanaan catur dharma.
“Atas nama pimpinan dan Rektor UMS, saya mendorong seluruh komponen dan civitas academica UMS untuk maju bersama dalam mewujudkan One UMS sebagai The Best Private University in the World. Syarat untuk menjadi yang terbaik adalah dengan bergerak secara berjamaah, bukan berjalan sendiri-sendiri,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Nurgiyatna, Ph.D., menjelaskan bahwa perangkingan bukan sekadar persoalan posisi atau angka.
Menurutnya, dengan mengikuti pemeringkatan, kampus akan lebih mudah membangun jejaring, terutama dengan perguruan tinggi unggul di luar negeri.
Ia menambahkan bahwa setiap pemeringkatan memiliki indikator-indikator yang menggambarkan kualitas universitas, seperti kinerja riset, kualitas dan jumlah staf, serta rasio mahasiswa. Indikator-indikator tersebut menjadi tolak ukur sekaligus indeks kinerja utama universitas yang baik, sejalan dengan predikat world class university atau kampus kelas dunia.
Upaya keikutsertaan dalam pemeringkatan perguruan tinggi global, lanjutnya, semestinya dijalani dan dimaknai sebagai bagian dari fastabiqul khairat, yang dibangun melalui langkah-langkah substantif dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.
“Rankings kita gunakan sebagai patokan universitas yang bagus, unggul, dan berkelas internasional menjadikan institusi kita institusi yang unggul dan berkemajuan,” tutupnya.
Pada THE World University Rankings 2026 by Subject untuk bidang Education atau pendidikan, UMS mencatatkan peringkat global 601-800. Di tingkat nasional, UMS berada di posisi 4 (bersama) dan kembali meraih peringkat 1 (bersama) sebagai kampus swasta terbaik di Indonesia dalam bidang tersebut.
Di ranah Interdisciplinary Science Rankings 2026 yang juga bagian dari THE, UMS menempati peringkat 3 (bersama) untuk kategori PTS di Indonesia. Secara global, UMS berada pada rentang peringkat global 601-800.
Sementara itu, dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025, UMS menunjukkan kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Secara umum, UMS berada pada peringkat 5 (bersama) untuk kategori PTS di Indonesia dengan peringkat global 1001-1500.
Secara lebih spesifik, pada indikator SDG 3 (Good Health and Well-Being), UMS meraih peringkat nasional 4 (bersama), peringkat 1 (bersama) di antara PTS Indonesia, serta peringkat global 70 (bersama). Sedangkan pada indikator SDG 4 (Quality Education), UMS menempati peringkat nasional 5 (bersama), peringkat 1 (bersama) di kategori PTS Indonesia, dan peringkat global 73 (bersama).
Berbagai capaian tersebut memperkuat posisi UMS sebagai perguruan tinggi swasta yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mencerminkan konsistensi institusi dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. (*)
