29 C
Jakarta

UMS Kembangkan Reaktor Parasetamol Digital yang Ramah Lingkungan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tim peneliti Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan reaktor alir mikro untuk produksi parasetamol yang mengusung konsep Pharma 4.0. Teknologi ini menggabungkan proses produksi yang lebih terkendali, penggunaan bahan baku yang efisien, serta sistem pemantauan digital untuk mendukung industri farmasi yang lebih aman dan ramah lingkungan.

 

Reaktor tersebut dirancang agar laju alir bahan dan suhu reaksi dapat diatur serta dipantau melalui panel layar sentuh Human-Machine Interface (HMI) Haiwell yang terhubung dengan pompa Runze SY01. Sistem kendali digital ini memungkinkan proses produksi berlangsung secara presisi dan berulang dengan hasil yang lebih konsisten.

 

Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Muhtadi, M.Si., mengatakan pengembangan reaktor ini menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi produksi bahan baku obat yang sesuai dengan kebutuhan industri farmasi masa depan.

 

“Industri farmasi masa depan menuntut proses yang hijau, aman, dan terdigitalisasi. Reaktor ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia mampu merancang teknologi produksi bahan baku obat yang sejalan dengan arah tersebut,” tutur Muhtadi saat ditemui di kantornya, Selasa (13/10/2026).

 

Produksi Lebih Terkendali, Limbah Bisa Ditekan

 

Keunggulan reaktor alir mikro ini terletak pada penggunaan volume bahan yang relatif kecil dalam satu waktu. Berbeda dengan reaktor tangki konvensional atau sistem batch, teknologi alir mikro memungkinkan panas reaksi lebih mudah dikendalikan sehingga risiko kecelakaan kerja dapat dikurangi.

 

Dari sisi bahan kimia, tim menggunakan asam oksalat sebagai katalis. Asam organik ini relatif lebih aman dibandingkan sejumlah katalis asam kuat atau reagen korosif yang digunakan dalam rute sintesis lainnya.

 

Efisiensi juga diupayakan melalui pemanfaatan kembali bahan yang belum bereaksi. Sekitar 29 persen oksim yang tersisa dapat didaur ulang sehingga potensi limbah dan pemborosan bahan baku dapat ditekan.

 

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip produksi berkelanjutan yang semakin penting dalam pengembangan industri farmasi, yakni meningkatkan efisiensi proses sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

 

Mampu Memproduksi 70,5 Gram Parasetamol per Jam

 

Dalam pengujian kinerja, reaktor alir mikro UMS menghasilkan parasetamol dengan rendemen sebesar 51,86 persen dan waktu tinggal reaksi hanya 4–6 detik pada suhu 100 derajat Celsius.

 

Kapasitas produksinya mencapai sekitar 70,5 gram per jam. Sementara itu, kemurnian produk meningkat dari 71 persen menjadi 95 persen setelah melalui proses pemurnian.

 

Hasil tersebut menunjukkan potensi teknologi reaktor alir mikro untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari inovasi proses produksi bahan baku farmasi.

 

Meski demikian, hasil uji prototipe tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui penyempurnaan teknologi dan pengujian lanjutan sebelum dapat diterapkan secara luas dalam skala industri.

 

Keunggulan lain terletak pada desain reaktor yang berbentuk modul berukuran kecil. Kapasitas produksi dapat ditingkatkan dengan memasang beberapa unit reaktor secara paralel melalui pendekatan numbering-up.

 

Dengan metode ini, peningkatan kapasitas tidak harus dilakukan dengan merancang ulang satu reaktor berukuran besar. Pendekatan modular tersebut berpotensi memberikan fleksibilitas dalam pengembangan kapasitas produksi sesuai kebutuhan.

 

Didukung Dana Riset UMS, Siap Dikembangkan

 

Pengembangan reaktor parasetamol ini didanai Direktorat Riset, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPPS) UMS melalui Surat Perjanjian Pelaksanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) UMS Nomor 303.16/A.3-III/LRI/X/2023.

 

Tim peneliti menyampaikan apresiasi kepada DRPPS UMS atas dukungan pendanaan yang dinilai berperan penting dalam mewujudkan prototipe reaktor tersebut.

 

Ke depan, tim akan menyempurnakan sistem kendali digital, mendaftarkan kekayaan intelektual, serta menjajaki kerja sama dengan industri farmasi.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan teknologi produksi bahan baku obat yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.

 

Melalui inovasi ini, UMS menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi teknologi farmasi di Indonesia. Perpaduan reaktor alir mikro, kendali digital, dan upaya pengurangan limbah menjadi fondasi pengembangan proses produksi farmasi yang selaras dengan semangat Pharma 4.0. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!