SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melepas tiga tim mahasiswa untuk berlaga dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Abdidaya Ormawa 2026. Ketiga tim tersebut diharapkan mampu mengukir prestasi sekaligus membawa nama baik UMS di tingkat nasional.
Pelepasan delegasi berlangsung di Lobby Gedung Induk Siti Walidah UMS, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan universitas terhadap pengembangan talenta, inovasi, dan prestasi mahasiswa di berbagai bidang.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Dr. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang berhasil melewati berbagai tahapan seleksi hingga mencapai kompetisi nasional. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan konsistensi dalam mengembangkan potensi diri.
“Perjalanan menuju KJI dan Abdidaya Ormawa ini sebuah perjalanan yang tidak serta-merta, artinya tidak instan. Oleh karena itu, kerja keras dan komitmen menjadi semangat kita untuk terus meningkatkan prestasi di kampus tercinta ini,” ujarnya.
Ihwan berpesan agar para delegasi menjaga kekompakan dan fokus selama mengikuti kompetisi. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar percaya diri saat bersaing dengan peserta dari perguruan tinggi lain.
Menurutnya, keberhasilan menembus kompetisi nasional merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik tanpa mengabaikan sikap sportif dan semangat belajar.
Khusus bagi peserta Abdidaya Ormawa, Ihwan menegaskan bahwa keberhasilan program pengabdian masyarakat tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh. Dampak nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.
Program yang telah dijalankan selama berbulan-bulan, lanjutnya, merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.
Tiga Tim UMS Siap Bersaing di Tingkat Nasional
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., mengatakan partisipasi mahasiswa dalam kompetisi yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendorong prestasi mahasiswa.
Ia mengapresiasi dukungan pimpinan universitas, dosen pembimbing, dan seluruh pihak yang telah mendampingi mahasiswa sejak tahap persiapan hingga berhasil lolos ke tingkat nasional.
“Teman-teman di sini membawa nama besar UMS. Tolong dijaga nama baiknya. Tentu juara yang kita harapkan, tetapi tunjukkan bahwa mahasiswa UMS tidak hanya juara dalam lomba, melainkan juga dalam sikap dan perilaku,” pesannya.
Ahmad Kholid berharap para delegasi dapat memberikan penampilan terbaik. Ia juga mendorong mahasiswa menjadikan kompetisi sebagai kesempatan memperluas wawasan, membangun jejaring, dan menginspirasi mahasiswa lainnya.
Sementara itu, Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tiga tim yang mewakili UMS terdiri atas dua tim Abdidaya Ormawa dan satu tim KJI.
Dua tim Abdidaya Ormawa berasal dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al Ghozali Fakultas Psikologi. Adapun tim KJI dikembangkan oleh tim CUBE.
Pada Abdidaya Ormawa 2026, dua tim UMS berhasil masuk dalam 120 tim terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka lolos setelah melewati proses seleksi dari 295 tim yang memperoleh pendanaan, di tengah sekitar 2.200 proposal yang diajukan.
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan mahasiswa UMS dalam melewati persaingan program pengabdian organisasi kemahasiswaan di tingkat nasional.
Sementara itu, keikutsertaan tim CUBE dalam KJI menjadi kesempatan bagi mahasiswa UMS untuk kembali berkompetisi di tingkat nasional setelah mencapai tahap final pada tahun sebelumnya. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk mengembangkan inovasi, khususnya di bidang teknik sipil.
Mahasiswa Diajak Promosikan Inovasi UMS
Fatih menambahkan, sebanyak 22 mahasiswa direncanakan berangkat untuk mengikuti rangkaian kegiatan Abdidaya Ormawa di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.
Ia juga mendorong para mahasiswa memanfaatkan media sosial sejak keberangkatan hingga pelaksanaan kompetisi. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi sarana memperkenalkan inovasi, aktivitas organisasi kemahasiswaan, serta capaian UMS kepada masyarakat luas.
“Jangan menunggu sampai mendapatkan apresiasi untuk mengenalkan UMS, mengenalkan kompetisinya, dan mengenalkan organisasi kemahasiswaan. Justru sejak keberangkatan, mahasiswa bisa membagikan pengalaman dan mengabarkan bahwa tim UMS berhasil mengikuti kompetisi tingkat nasional,” jelasnya.
Melalui partisipasi dalam KJI dan Abdidaya Ormawa 2026, UMS berharap mahasiswa tidak hanya mampu meraih penghargaan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bermanfaat, memperkuat budaya kompetisi yang sehat, serta memberikan inspirasi bagi generasi muda.
Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UMS membangun ekosistem kemahasiswaan yang mendorong kreativitas, kolaborasi, kepedulian sosial, dan daya saing di tingkat nasional. (*)
