30 C
Jakarta

UMS Perkuat Daya Saing UMKM Witpari Karanganyar

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian berbasis kewirausahaan. Kali ini, UMS menggulirkan program bertajuk Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Kuliner Karanganyar Witpari dengan Pendekatan Produksi Modern, Inovasi Produk, dan Manajemen Pemasaran Digital yang didanai melalui Hibah Pengabdian Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch IX Tahun 2025/2026.

Program pengabdian ini diketuai oleh Sri Murwanti, S.E., M.M., dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, bersama tim multidisiplin yang melibatkan dosen prodi Manajemen, Ilmu Gizi, Teknik Mesin, serta mahasiswa. Kegiatan difokuskan pada pemberdayaan Komunitas UMKM Witpari yang berlokasi di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Desa Kemuning dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Karanganyar yang memiliki potensi besar pada sektor kuliner berbasis UMKM. Tercatat sebanyak 25 UMKM kuliner aktif tergabung dalam Komunitas Witpari dengan total omzet mencapai sekitar Rp200 juta per bulan. Meski demikian, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan teknologi produksi, standar mutu, manajemen usaha, serta jangkauan pemasaran.

“Sebanyak 70 persen UMKM masih menggunakan peralatan produksi sederhana, sementara sebagian besar juga belum menerapkan pencatatan keuangan digital dan pemasaran daring secara optimal. Kondisi ini menjadi tantangan serius di tengah persaingan usaha yang semakin ketat,” jelas Sri Murwanti, Ahad (8/2).

Melalui program ini, tim pengabdian UMS menghadirkan tiga pendekatan utama. Pertama, produksi modern melalui penerapan teknologi tepat guna seperti mesin spinner dan vacuum sealer guna meningkatkan kapasitas, efisiensi, serta keamanan pangan. Kedua, inovasi produk berbasis riset, termasuk pengembangan produk kuliner sehat dengan nilai gizi seimbang dan pemanfaatan bahan lokal.

Ketiga, manajemen dan pemasaran digital melalui pelatihan pencatatan keuangan digital, pengelolaan media sosial, hingga aktivasi toko daring di marketplace.

Selain peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk, program ini juga menargetkan bertambahnya jumlah UMKM yang memiliki sertifikasi PIRT dan halal, serta perluasan jangkauan pasar hingga tingkat nasional. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari pelatihan, praktik langsung, hingga evaluasi keberlanjutan program.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa berperan aktif dalam pendampingan UMKM, pembuatan konten promosi digital, pengelolaan sistem kasir daring, hingga analisis perilaku konsumen. Keterlibatan tersebut berpotensi memperoleh rekognisi hingga 6–12 SKS dan mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Program pengabdian ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas UMKM, UMS berharap program ini mampu membangun ekosistem usaha kuliner Witpari yang berkelanjutan, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta pasar digital. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!