SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu perguruan tinggi rujukan di Indonesia. Kali ini, UMS menerima kunjungan benchmarking dari Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa dan Universitas Esa Unggul untuk mempelajari kebijakan serta tata kelola program studi profesi kesehatan, di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH), Gedung Induk Siti Walidah Lantai 6, Rabu (29/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan profesi kesehatan sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis antarkedua perguruan tinggi.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Rektor UMS Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan, dan Urusan Internasional Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D.; Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes.; Dekan Fakultas Kedokteran UMS Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl.STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV, beserta jajaran pimpinan universitas dan fakultas.
Mewakili Rektor UMS, Prof. Supriyono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Esa Unggul yang kembali memilih UMS sebagai mitra belajar. Menurutnya, hubungan baik kedua institusi telah terjalin sebelumnya dan diharapkan terus berkembang melalui berbagai kerja sama yang saling menguatkan.
“Selamat datang di UMS. Kami menyambut baik inisiasi untuk saling berbagi praktik-praktik baik. Apa yang sudah baik dapat terus kita tingkatkan bersama, sedangkan praktik yang relevan dapat direplikasi dengan penyesuaian sesuai kebutuhan masing-masing institusi,” ujarnya.
Ia menegaskan, benchmarking merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Perguruan tinggi, katanya, perlu membuka ruang kolaborasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis, terutama dalam penyelenggaraan pendidikan profesi kesehatan.
Sementara itu, Dekan FIK UMS Prof. Umi Budi Rahayu memperkenalkan kekuatan akademik fakultas yang kini memiliki sembilan program studi dalam empat rumpun keilmuan, yakni Fisioterapi, Keperawatan, Ilmu Gizi, dan Kesehatan Masyarakat, termasuk program profesi dan magister.
Ia menjelaskan, ekosistem pendidikan kesehatan di UMS diperkuat oleh sinergi Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Farmasi, dan Psikologi. Integrasi tersebut menjadi modal penting dalam membangun pendidikan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas.
“Harapan kami tentu untuk maju bersama. Pengelolaan profesi di UMS memang dilakukan secara terintegrasi di tingkat universitas, namun fakultas dan program studi tetap memiliki otonomi dalam pengembangannya. Hal-hal seperti inilah yang dapat kita diskusikan bersama,” ungkapnya.
Di sisi lain, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia sekaligus Wakil Rektor Bidang Riset, Pengembangan, dan Inovasi Universitas Esa Unggul, Dr. Rian Adi Pamungkas, S.Kep., Ns., MNS., Ph.D., mengungkapkan bahwa UMS dipilih sebagai tujuan benchmarking karena dinilai memiliki praktik unggul dalam pengelolaan pendidikan profesi kesehatan.
Menurutnya, Universitas Esa Unggul ingin mempelajari strategi UMS dalam menjaga keberlanjutan mahasiswa dari jenjang sarjana ke profesi, pengembangan sumber daya manusia, hingga sistem pembimbingan akademik.
“Kami melihat banyak praktik positif di UMS. Karena itu kami ingin belajar langsung, terutama mengenai pengelolaan pendidikan profesi, strategi pengembangan SDM, hingga bagaimana mahasiswa dapat melanjutkan dari program sarjana ke profesi dengan baik. Kami berharap hasil diskusi ini menjadi dasar penyusunan kebijakan di universitas kami,” tuturnya.
Dalam sesi diskusi, Dekan Fakultas Kedokteran UMS, dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, turut memaparkan pengalaman UMS dalam membangun tata kelola fakultas kedokteran yang adaptif. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang responsif terhadap perubahan regulasi, penguatan jejaring nasional, pengembangan SDM multitalenta, serta budaya benchmarking yang berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, UMS kembali memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi rujukan dalam pengembangan mutu pendidikan profesi kesehatan di Indonesia. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara UMS dan Universitas Esa Unggul untuk meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global. (*)
