28.2 C
Jakarta

Pustakawan SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Mentor Nasional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo kembali menorehkan prestasi di bidang literasi. Sekolah yang dikenal sebagai salah satu pelopor pengelolaan perpustakaan modern ini dipercaya menjadi lokasi Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sekaligus mengirimkan pustakawannya sebagai mentor dalam kegiatan nasional tersebut.

 

Pelatihan yang berlangsung pada Kamis (30/7/2026) itu merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

 

Dalam kegiatan tersebut, pustakawan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sukardi, mendapat penugasan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, untuk menjadi pengajar mentor bagi para tenaga perpustakaan sekolah.

 

Kepercayaan tersebut diberikan berkat rekam jejak Sukardi yang telah mengabdi sejak 2012 dan dinilai berhasil mengembangkan tata kelola perpustakaan sekolah berbasis teknologi dan layanan inovatif.

 

“Perpustakaan harus menjadi jantungnya pendidikan sekolah. Melalui pelatihan ini, kami berharap para tenaga perpustakaan dapat meningkatkan kompetensi, terutama dalam penerapan otomasi dan teknologi informasi,” ujar Sukardi.

 

Menurutnya, transformasi perpustakaan tidak hanya berfokus pada penyediaan koleksi buku, tetapi juga pada penguatan layanan digital yang mampu mendukung proses belajar mengajar secara lebih efektif dan menarik.

 

Kepercayaan menjadikan SD Muhammadiyah 1 Ketelan sebagai pusat pelatihan juga tidak lepas dari berbagai capaian yang diraih perpustakaan sekolah tersebut.

 

Berdiri sejak 1935, perpustakaan sekolah ini telah mengantongi Sertifikat Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Selain memiliki ruang audiovisual berpendingin udara, area baca indoor dan outdoor yang nyaman, perpustakaan juga menyediakan ribuan koleksi buku cetak maupun buku elektronik (e-book).

 

Transformasi digital turut menjadi keunggulan perpustakaan ini. Siswa dan guru dapat mengakses layanan melalui aplikasi PerpusKita menggunakan telepon pintar, memanfaatkan kartu M1 SmartCard, serta menikmati layanan perpustakaan keliling yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta.

 

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti, menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada sekolahnya sebagai lokasi penyelenggaraan pelatihan peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang modern, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

 

“Dedikasi dan kerja keras seluruh tim sekolah, khususnya dalam pengelolaan perpustakaan, menjadi fondasi penting hingga mampu meraih berbagai prestasi seperti saat ini. Pengalaman ini kami harapkan dapat menginspirasi para pustakawan untuk terus berkomitmen memajukan perpustakaan di sekolah masing-masing,” ujar Sayekti.

 

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah rujukan dalam pengembangan perpustakaan berbasis teknologi dan penguatan budaya literasi. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan perpustakaan yang inovatif, inklusif, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!