29.1 C
Jakarta

Dosen UM Bandung Luncurkan Buku Jurnalisme Filantropi

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Dr. Roni Tabroni, M.Si., meluncurkan buku terbarunya berjudul Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan. Buku yang diterbitkan Suara Muhammadiyah tersebut menawarkan paradigma baru dalam dunia jurnalistik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong perubahan sosial melalui gerakan filantropi.

 

Peluncuran sekaligus bedah buku digelar di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lantai 4, Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

Dalam pemaparannya, Roni menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari kegelisahan akademik terhadap kondisi jurnalisme di tengah era disrupsi digital. Di satu sisi, masyarakat dibanjiri informasi, tetapi di sisi lain informasi yang beredar belum mampu menjadi energi untuk menghadirkan perubahan sosial.

 

Menurutnya, praktik jurnalisme selama ini lebih banyak berhenti pada fungsi menyampaikan informasi dan kontrol sosial. Sementara itu, tradisi kedermawanan yang menjadi kekuatan masyarakat Indonesia belum terhubung secara optimal dengan dunia jurnalistik.

 

“Buku ini digagas untuk menjembatani dua potensi besar tersebut. Dengan diksi jurnalisme filantropi, lahirlah sebuah disiplin keilmuan baru yang bersifat interdisipliner serta menghadirkan paradigma dan konsep baru dalam bidang jurnalisme,” ujar Roni.

 

Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menegaskan bahwa jurnalisme filantropi tidak sekadar memberitakan persoalan sosial atau menampilkan penderitaan masyarakat.

 

Sebaliknya, model jurnalisme ini mengawal isu yang diberitakan hingga mampu memobilisasi kepedulian publik, menggerakkan semangat berbagi, serta mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan yang diangkat.

 

“Jurnalisme filantropi akan memastikan sebuah persoalan tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi berlanjut hingga terjadi perubahan sosial,” tegasnya.

 

Roni menilai keberhasilan jurnalisme filantropi tidak diukur dari banyaknya berita yang dipublikasikan ataupun tingginya jumlah pembaca dan viralitas di media sosial.

 

Baginya, ukuran utama keberhasilan adalah sejauh mana pemberitaan mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan menghadirkan solusi atas persoalan sosial.

 

“Maka dari itu, ukuran keberhasilan jurnalisme filantropi bukan pada banyaknya berita, bukan pada seberapa viral, tetapi pada seberapa berdampak bagi kehidupan sosial masyarakat. Jurnalisme filantropi juga tidak malu-malu untuk berpihak. Jurnalisme filantropi memiliki keberpihakan yang jelas, yaitu pada kebenaran, kemanusiaan, dan kesejahteraan sosial,” pungkasnya.

 

Melalui buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan, Roni berharap lahir perspektif baru dalam praktik jurnalistik di Indonesia, yakni jurnalisme yang tidak hanya menginformasikan realitas, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi, kepedulian, dan perubahan sosial demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. (FA)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!