WAKATOBI, MENARA62.COM — Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi, Sulawesi Tenggara, memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penjaminan mutu berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui workshop rencana strategis (renstra) dan kurikulum yang digelar selama dua hari, Ahad-Senin (23-24/8/2026). Kegiatan menghadirkan Fajar Junaedi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan diikuti dosen serta pejabat struktural ITBM Wakatobi.
Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat arah pengembangan institusi, pemahaman kurikulum, serta penerapan sistem penjaminan mutu yang berorientasi pada capaian pembelajaran.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan renstra dan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, evaluasi mutu, hingga strategi implementasi OBE dalam proses pendidikan tinggi.
Rektor ITBM Wakatobi, Arusani, menegaskan bahwa penguatan renstra, kurikulum, dan penjaminan mutu merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas institusi.
“ITBM Wakatobi berkomitmen penuh meningkatkan kualitas pendidikan melalui adanya renstra, pengembangan kurikulum dan penjaminan mutu yang berbasis OBE. Kami ingin menghasilkan lulusan yang kompeten, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap bersaing,” ujar Arusani.
Tindak Lanjut Pendampingan UMY
Penguatan mutu ITBM Wakatobi sebelumnya juga dilakukan melalui serangkaian pendampingan bersama sejumlah akademisi UMY sepanjang 2026.
Pendampingan tersebut melibatkan Prof. Dr. Achmad Nurmandi, Rektor UMY, dan Dr. Ahmad Sahide dari UMY. Menurut Arusani, berbagai masukan dari pendampingan tersebut akan ditindaklanjuti secara serius oleh ITBM Wakatobi.
“Pendampingan yang diberikan oleh UMY akan secara serius kami tindak lanjuti sebagai komitmen ITBM Wakatobi untuk menjaga kualitas di tingkat universitas maupun tiga prodi yaitu Perikanan, Teknik Informatika, dan Kewirausahaan,” katanya.
Menurutnya, penguatan mutu tidak hanya dilakukan pada level institusi, tetapi juga diarahkan untuk memastikan setiap program studi memiliki sistem pendidikan yang relevan dan berkualitas.
Renstra Jadi Navigasi Kampus
Fajar Junaedi yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, dalam pemaparannya menekankan pentingnya renstra sebagai pedoman pengembangan perguruan tinggi.
Ia mengibaratkan renstra sebagai navigasi yang menentukan arah perjalanan sebuah kampus.
“Tanpa Renstra, kampus seperti kapal yang berlayar tanpa peta dan kompas. Dengan Renstra yang baik dan diimplementasikan secara konsisten, kampus memiliki peluang jauh lebih besar untuk tumbuh, relevan, dan berkelanjutan,” ujar Fajar.
Karena itu, penyusunan renstra perlu diikuti dengan implementasi yang konsisten serta evaluasi secara berkala. Dengan demikian, arah pengembangan institusi dapat terus disesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Melalui workshop tersebut, ITBM Wakatobi berharap dapat menyelaraskan standar pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi ITBM Wakatobi memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang unggul di Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah kepulauan Wakatobi.
Penguatan renstra, kurikulum, dan penjaminan mutu berbasis OBE diharapkan menjadi fondasi bagi ITBM Wakatobi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman. (*)
