25 C
Jakarta

Buku Rangkuman Inovasi PJJ “Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19” Diluncurkan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 yang memaksa semua jenjang pendidikan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah melahirkan sejumlah inovasi dan kreasi dari para guru dan dosen yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Dengan kondisi yang beragam, para dosen nyatanya mampu membuat PJJ berjalan optimal dan jauh lebih menarik.

Pengalaman, inovasi dan cerita seputar pelaksanaan PJJ ini menjadi sebuah catatan menarik yang perlu untuk didokumentasikan.

“Mendokumentasikan semua inovasi, hasil kreativitas para dosen selama PJJ menjadi latar belakang munculnya buku berjudul ‘Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19’. Buku ini merekam kegiatan para dosen mengajar di masa pandemi virus korona,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi Prof Nizam, Selasa (11/8/2020).

Menurut Nizam, pembelajaran jarak jauh tidak bisa menggantikan proses pembelajaran secara langsung. Meski begitu, PJJ bisa memperkaya pembelajaran luar jaringan (luring).

“Memang PJJ tidak bisa menggantikan pembelajaran langsung, tapi justru itu akan memperkuat dan memperkaya pembelajaran secara luring.

Diakui, buku dengan 347 halaman tersebut bukanlah buku ilmiah yang didasarkan atas temuan suatu penelitian. Tetapi buku tersebut lebih kepada rekaman pengalaman, pemikiran dan tindakan yang dilakukan para dosen untuk menjaga kualitas pembelajarannya.

Nizam berharap, rekaman pengalaman para dosen yang dibukukan ini dapat menjadi inspirasi kepada dosen lainnya. Sebab hingga saat ini masih banyak dosen yang kekurangan ide dalam memberikan pembelajaran di masa pandemi.

“Agar para pendidik tidak pernah kekurangan ide dan strategi dalam memfasilitasi pembelajaran kepada mahasiswa, apapun kondisi dan situasi yang dihadapi,” terangnya.

Nizam merancang buku tersebut dibantu mantan rektor Universitas Terbuka (UT), Tian Belawati, serta 16 dosen sebagai kontributor cerita di dalamnya.

Sementara itu, Tian Belawati berharap buku ini dapat membawa dosen lebih kreatif dalam melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Menurutnya, jika buku ini dipahami menyeluruh, dosen akan lebih jeli memilih platform daring guna mendukung PJJ.

“Kreativitas dosen menggunakan media sosial dan berbagai platform ini kita dokumentasikan dalam bentuk buku. Tujuannya rekaman pengalaman dan tindakan para dosen di buku ini, dapat menginspirasi dosen lain, sehingga dosen dapat menyiasati apa yang dihadapinya dari prespektif pedagogi, juga literasi digital,” jelas Tian.

Buku ini juga merupakan hasil survei Ditjen Dikti Kemendikbud dalam melihat pembelajaran dari di lingkup pendidikan. Survei dilakukan sejak awal April hingga Juni 2020 atau sejak diberlakukannya kebijakan PJJ.

“Jadi ini hasil survei awal kita, pada dari awal pandemi di semester (genap) kemarin. Memang belum mewakili semua sisi. Tapi kita bisa belajar dari apa yang terjadi di pendidikan tinggi pada pandemi ini,” tutupTian.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!