SOLO, MENARA62.COM — Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Langkah tersebut dilakukan melalui sertifikasi keahlian kendaraan listrik berstandar nasional bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Kepala Program Studi Teknik Mesin UMS, Agus Dwi Anggono, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan sertifikasi menjadi langkah strategis untuk memastikan kompetensi tenaga pengajar dan laboran tetap relevan dengan perkembangan industri otomotif.
“Penguatan kompetensi ini sekaligus mendukung terciptanya proses pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan teknologi kendaraan listrik yang semakin berkembang,” ujar Agus, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, keberadaan SDM tersertifikasi semakin memperkuat kapasitas Teknik Mesin UMS dalam memberikan pembelajaran berbasis kompetensi kepada mahasiswa.
Pengetahuan dan keterampilan dosen serta laboran diharapkan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya inovasi di bidang otomotif ramah lingkungan.
“Keikutsertaan delapan dosen dan dua laboran dalam sertifikasi BNSP ini adalah wujud nyata kesiapan Teknik Mesin UMS dalam menyambut era elektrifikasi otomotif,” katanya.
10 Dosen dan Laboran Ikuti Sertifikasi
Sertifikasi keahlian kendaraan listrik tersebut diselenggarakan secara resmi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sebanyak 10 peserta dari lingkungan Prodi Teknik Mesin UMS mengikuti seluruh rangkaian asesmen.
Peserta terdiri atas delapan dosen dan dua laboran. Mereka menjalani pengujian kompetensi secara langsung oleh asesor berlisensi BNSP.
Tahapan sertifikasi meliputi uji kompetensi teori dan praktik untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami sekaligus menerapkan kompetensi teknis kendaraan listrik.
Materi yang diujikan mencakup regulasi keselamatan tegangan tinggi, sistem kelistrikan dasar, Battery Management System (BMS), motor traksi, hingga pemeliharaan sistem kendaraan listrik.
Agus menilai sertifikasi tersebut penting untuk memastikan proses pembelajaran dan praktik mahasiswa memiliki keterkaitan dengan standar kompetensi yang dibutuhkan industri.
“Dengan tenaga pengajar dan fasilitas lab yang dikelola oleh personel tersertifikasi, kami dapat memastikan bahwa ilmu yang ditransfer kepada mahasiswa adalah pengetahuan yang valid, mutakhir, dan sesuai dengan standar kebutuhan industri saat ini,” jelasnya.
Perkuat Praktikum dan Riset Kendaraan Listrik
Bagi dosen, sertifikasi kompetensi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui penguatan kompetensi profesional yang diakui industri dan negara.
Sementara bagi laboran, sertifikasi mendukung penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan laboratorium.
Hal tersebut semakin penting seiring meningkatnya aktivitas praktikum dan riset mahasiswa yang berkaitan dengan teknologi kendaraan listrik.
Laboran yang memiliki kompetensi sesuai standar diharapkan mampu mendukung kegiatan bongkar pasang, pengujian, hingga penelitian komponen kendaraan listrik dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Sertifikasi tersebut dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (30–31/7/2026), di area kampus Teknik Mesin UMS.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Teknik Mesin UMS dalam mengintegrasikan teknologi kendaraan listrik ke dalam pembelajaran dan riset.
Melalui penguatan kompetensi dosen dan laboran, Teknik Mesin UMS menargetkan proses pendidikan semakin adaptif terhadap perkembangan industri otomotif. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat kontribusi UMS dalam mencetak lulusan unggul, siap kerja, dan memiliki kemampuan menjadi inovator di industri kendaraan ramah lingkungan. (*)

