29 C
Jakarta

Tujuh Selesai, 18 Mahasiswa FTI UII Berangkat Ikuti Double Degree di NXU Tiongkok

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Sebanyak tujuh mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta selesai dan 18 berangkat mengikuti program double degree di Nanjing Xiaozhuang University (NXU), Tiongkok. Masa studi program double degree ditempuh dua tahun di UII, dan dua tahun di NXU Tiongkok.

Mahasiswa yang telah menyelesaikan studi program double degree ditandai dengan penyerahkan ijazah kepada tujuh mahasiswa oleh Dekan FTI UII, Prof Dr Sri Kusumadewi, SSi, MT di Kampus FTI UII, Senin (24/8/2026). Seusai menyerahkan ijazah, Dekan FTI UII melepas sebanyak 18 mahasiswa yang akan melaksanakan program double degree di Nanjing Xiaozhuang University (NXU), Tiongkok.

“Tujuh mahasiswa yang telah menyelesaikan program double degree menjadi bukti bahwa kerja sama UII dan Nanjing Xiaozhuang University (NXU) telah berjalan dan memberikan hasil nyata,” kata Sri Kusumadewi.

Sedang 18 mahasiswa yang berangkat ke NXU Tiongkok berasal dari Program Studi Teknik Industri Program Internasional (TI IP), Program Studi Informatika, Program Internasional (IF IP), dan Program Internasional (TE IP). Program Studi Teknik Industri Program Internasional (TI IP): Hafizd Abdurrahman, Fauzan Zain, Na’ila Nashif Al-hazami, Iqra Azzahra Ibrahim, Natasya Dyah Anggraini, dan Hana Alyadhia Loso.

Kemudian Program Studi Informatika, Program Internasional (IF IP) : Nayla Raihaanah Nabilah H, Edelyn Ananta, Fauzan Basalamah, Hidayat Nur Hijrah, Aimar Nadiv Ramahran, Farrell Abhivandya Mecca, Rayyan Galih Indarto, Naufaldy Ghaly Syahputra, dan Gerry Rivanda. Program Studi Teknik Elektro. Program Internasional (TE IP) : Zacky Aulia, Lintang Resnu Putra Wibawa, dan Hidayat Noor Ramadhan.

Prof Sri Kusumadewi mengatakan 18 mahasiswa yang berangkat hari ini bukan sekadar mengikuti program pendidikan di luar negeri. “Namun mereka membawa misi untuk memperoleh pengalaman akademik dan internasional, sekaligus menjadi representasi nilai-nilai UII,” kata Sri Kusumadewi.

Sedang Dr Ir Muhammad Khafidh, ST, MT, IPP, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi FTI UII mengatakan pelepasan tidak hanya menjadi seremoni keberangkatan. Tetapi pelepasan juga diisi dengan pembekalan bagi para mahasiswa sebelum menjalani kehidupan dan studi di Tiongkok.

Salah satu materi utama adalah “Menjaga Aqidah di Negeri Orang” yang disampaikan Dr Ir Agus Mansur ST, MEng Sc, IPU, ASEAN Eng, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian. Pembekalan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk tetap menjaga nilai-nilai keislaman selama tinggal dan belajar di lingkungan dengan budaya yang berbeda.

Selain pembekalan keislaman, kata Muhammad Khafidh, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai kehidupan sehari-hari di Tiongkok melalui sesi berbagi pengalaman bersama Najwa Subhan, alumni yang telah menyelesaikan program double degree serupa. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai informasi praktis mengenai proses adaptasi, budaya, kehidupan akademik, hingga berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalani studi.

“FTI UII berharap para mahasiswa dapat menjalani studi di NXU dengan baik, memperoleh pengalaman internasional yang berharga, serta tetap membawa nilai-nilai UII selama berada di Tiongkok,” harap Muhammad Khafidh.

Sementara Najwa Subhan menjelaskan mengikuti double degree merupakan kesempatan belajar langsung dari budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Budaya belajar di lingkungan kampus sangat memotivasi. Mahasiswa lokal yang tekun dan rajin belajar mendorongnya untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan diri.

Pengalaman berkesan justru lebih banyak datang dari luar kegiatan akademik. Salah satunya keterlibatannya dalam komunitas Pelajar Indonesia di Tiongkok. Melalui berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan, ada relasi luas yang bisa dibangun, tidak hanya dengan sesama mahasiwa Indonesia, tapi juga dengan instansi atau perusahaan-perusahaan Indo-China yang baru atau masih eksis dari berbagai ranah.

“Tinggal di negeri yang penduduk Muslimnya sangat minor ini membuat saya belajar untuk lebih cermat dalam bertindak dan bermuamalah. Apalagi dengan eksposur yang kuat untuk mengesampingkan ibadah yang berbentuk ritual. Jadi, pengalaman dari sisi ini tidak hanya berkesan, tapi sekaligus menjadi tantangan yang besar bagi saya dan teman-teman Muslim lainnya,” kata Najwa Subhan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!