YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Akses donasi untuk membantu korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diperluas melalui kanal digital. Muhammadiyah menghadirkan fitur Donasi pada aplikasi MASA yang memungkinkan masyarakat menyalurkan bantuan secara cepat dan mudah dari mana saja.
Dalam skema tersebut, LabMu menyediakan infrastruktur teknologi melalui aplikasi MASA, sementara Lazismu mengelola dan mempertanggungjawabkan dana yang dihimpun. Selanjutnya, bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui jaringan Muhammadiyah, termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Perluasan akses donasi ini dilakukan menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 20–22 Agustus 2026, bencana tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa, lebih dari 110 ribu warga mengungsi, serta puluhan ribu rumah mengalami kerusakan di sejumlah kabupaten, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka.
Seiring bertambahnya jumlah pengungsi dan luas wilayah terdampak, kebutuhan terhadap bantuan kemanusiaan juga terus meningkat.
Donasi Digital Jadi Jalur Tambahan
Perluasan kanal digital tersebut merupakan bagian dari respons Muhammadiyah terhadap bencana Flores. Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menerbitkan Edaran Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, NTT.
Melalui edaran itu, jajaran Pimpinan Muhammadiyah, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, serta takmir masjid di lingkungan Persyarikatan diimbau menggalang dan menyalurkan infak Jumat secara terkoordinasi melalui LAZIS dan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) di masing-masing tingkatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) dalam memastikan respons kebencanaan dilakukan secara terkoordinasi.
Fitur Donasi di MASA kemudian hadir sebagai jalur tambahan bagi masyarakat yang ingin membantu tetapi tidak berkesempatan menyalurkan infak secara langsung melalui masjid.
Masyarakat dapat membuka fitur Donasi di aplikasi MASA, memilih program kemanusiaan untuk korban gempa NTT, menentukan nominal bantuan, kemudian menyelesaikan pembayaran menggunakan metode digital yang tersedia.
LabMu Siapkan Infrastruktur Teknologi
Dalam skema penghimpunan donasi tersebut, MASA berfungsi sebagai kanal digital yang memfasilitasi proses donasi dan pembayaran. LabMu tidak mengelola dana donasi yang terkumpul.
Dana yang dihimpun dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh Lazismu, kemudian disalurkan melalui jaringan Muhammadiyah, termasuk MDMC, kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, S.Psi., mengatakan kanal donasi digital tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat terdampak sesegera mungkin.
“Setiap donasi yang masuk adalah amanah. Kami memastikan dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan disalurkan secara tepat sasaran melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama LabMu, Asad Fatchul’ilmi, menegaskan bahwa teknologi harus mampu menghilangkan hambatan masyarakat dalam membantu sesama, terutama dalam kondisi darurat.
“Dalam situasi bencana, teknologi seharusnya membuat orang lebih mudah membantu, bukan menambah hambatan,” katanya.
Secara operasional, LabMu juga telah melakukan persiapan dan pemantauan sistem untuk menjaga stabilitas layanan serta kelancaran transaksi selama periode tanggap darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan transaksi sehingga proses donasi masyarakat tetap dapat berjalan lancar.
Lazismu Siapkan Akuntabilitas Penyaluran
Bagi masyarakat yang ingin membantu korban gempa NTT, donasi dapat dilakukan kapan saja melalui fitur Donasi di aplikasi MASA dengan memilih program kemanusiaan untuk gempa NTT.
Untuk menjaga akuntabilitas, Lazismu akan menyampaikan pembaruan mengenai penghimpunan dan penyaluran dana secara berkala kepada publik.
Pelaporan tersebut sejalan dengan ketentuan dalam Edaran PP Muhammadiyah yang mengamanatkan setiap tingkatan pimpinan melaporkan hasil penggalangan dana kepada tingkat di atasnya.
Dengan mekanisme tersebut, penghimpunan bantuan tidak hanya diarahkan agar berlangsung cepat, tetapi juga tetap mengedepankan transparansi, koordinasi, dan ketepatan sasaran. Masyarakat yang berdonasi diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan bantuan yang disalurkan kepada korban gempa di Flores, NTT. (*)


