YOGYAKARTA, MENARA62,COM — Program Studi Informatika, Program Doktor (PSIPD) Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) membuka Konsentrasi Informatika Kontekstual. Program Studi ini mencetak doktor berkarakter ulul albab yang inovatif dan adaptif menghadapi tantangan global.
Lulusan PSIPD UII diharapkan mampu menyelesaikan persoalan kompleks, berpikir kritis, bekerja kolaboratif, serta menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi masyarakat. Lulusan diharapkan memiliki kapabilitas yang baik dalam melakukan riset dan pengembangan keilmuan bidang informatika.
Dr Novi Setiani, ST, MT, Ketua Program Studi Informatika, Program Doktor (PSIPD) FTI UII mengemukakan hal tersebut kepada wartawan, Senin (24/8/2026). Informatika Kontekstual menjadi pembeda utama program studi dalam mengembangkan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan akademik, masyarakat, dan industri.
Lebih lanjut Novi Setiani menjelaskan PSIPD UII memusatkan pengembangan penelitian pada dua fokus utama, yakni Informatika Medis dan Sistem Informasi Enterprise Inteligen. “Kedua bidang tersebut menjadi fondasi pengembangan konsep informatika kontekstual yang menghubungkan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri,” kata Novi Setiani.
PSIPD UII, tambah Novi Setiani, mengembangkan tiga pilar keilmuan, yakni konseptual, metodologikal, dan empirikal. Pilar konseptual menekankan penguasaan teori dan konsep informatika pada tingkat abstraksi tinggi. Pilar metodologikal mencakup penggunaan berbagai paradigma penelitian, mulai positivistik, desain, hingga interpretatif dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, maupun campuran.
“Sedang pendekatan empirikal menempatkan pengamatan terhadap kondisi nyata dan studi kasus sebagai bagian penting dalam proses penelitian,” kata Novi Setiani.
Program ini, kata Novi Setiani, juga mengakomodasi sejumlah bidang keilmuan dari lulusan Magister Informatika UII. Forensika Digital ditempatkan dalam fokus Sistem Informasi Enterprise Inteligen. Adapun Sains Data yang berkaitan dengan pengolahan data medis masuk dalam Informatika Medis. Sedangkan pengolahan data nonmedis berada dalam Sistem Informasi Enterprise Inteligen.
PSIPD UII, jelas Novi Setiani, membuka ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mengembangkan riset informatika yang tidak berhenti pada penguasaan teknologi. Tetapi menghasilkan solusi yang relevan dengan konteks dan kebutuhan nyata. (*)

