35.2 C
Jakarta

DAD IMM Pulang Pisau Dorong Kader Membaca Daerah dan Berani Mengambil Peran

Baca Juga:

Bonni Febrian
Bonni Febrianhttp://menara62.com
Belajar istiqomah dan lebih bermanfaat

DAD IMM Pulang Pisau Dorong Kader Membaca Daerah dan Berani Mengambil Peran

PULANG PISAU — Menjadi kader tidak cukup hanya memahami organisasi. Kader juga dituntut mampu membaca perubahan, memahami persoalan masyarakat, dan menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata.

Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Darul Arqam Dasar (DAD) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pulang Pisau di Gedung Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Daerah Pulang Pisau, 18–20 September 2026.

Mengusung tema “Optimalisasi Peran Kader dalam Menjawab Tantangan Zaman”, DAD menjadi ruang pengaderan bagi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus mempersiapkan diri mengambil peran di tengah masyarakat.

Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau Najmuddin, S.Ag., MH, Ketua DPD IMM Kalimantan Tengah Aris Pratama Gunawan, Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bela, S.T., Polres Pulang Pisau dan Kejaksaan Negeri Pulang Pisau.

Hadir pula pengelola Kampus 3 UMPR Daerah Pulang Pisau, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Badan Pengurus Lazismu Pulang Pisau, dan unsur Muhammadiyah lainnya.

Membaca Daerah Sebelum Menentukan Gerakan

Ketua PC IMM Pulang Pisau Muhammad Syahrial Adri mengatakan, proses kaderisasi di Pulang Pisau memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya karena daerah tersebut belum memiliki perguruan tinggi reguler, sehingga pola pengaderan IMM perlu menyesuaikan dengan kondisi setempat.

Meski demikian, Syahrial melihat masih adanya mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk berproses di IMM sebagai modal penting bagi keberlangsungan gerakan.

Ia mengajak kader memahami terlebih dahulu posisi dan kondisi daerah sebelum menentukan arah gerakan.

Mengutip pemikiran tokoh islam kontemporer Ali Syariati , Syahrial mengingatkan bahwa pertanyaan tentang dari mana sebuah gerakan dimulai perlu diikuti dengan kesadaran mengenai tempat gerakan itu berada.

“Kita perlu merumuskan konsep-konsep kita mulai dari mana secara serius dan perlu dipikirkan strategi-strategi bertahap. Tidak hanya sebatas konseptual, tetapi perlu implementasi-implementasi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan,” ujarnya.

IMM Didorong Hadir dengan Solusi

Ketua PDM Pulang Pisau Najmuddin, S.Ag., MH, yang membuka kegiatan DAD, menekankan pentingnya pengalaman sebagai bagian dari proses pembentukan diri.

“Pengalaman adalah sesuatu yang bisa membuat kita lebih baik. Jadi, persiapan itu sangat penting,” katanya.

Najmuddin mendorong IMM membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dan tidak berhenti pada aktivitas organisasi. Menurutnya, mahasiswa perlu belajar melihat persoalan secara konstruktif dan ikut mencari jalan keluarnya.

“Sekarang kita perlu solusi. Kita mencari solusi dari persoalan-persoalan yang ada. Tidak perlu kita menyalahkan, kita cari solusi bersama,” ujarnya.

Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu contoh yang disinggung. Di tengah kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, mahasiswa menurutnya dapat mengambil bagian sesuai kapasitas yang dimiliki.

Najmuddin juga mengingatkan bahwa DAD tidak semata-mata dimaksudkan untuk menjadikan peserta sebagai warga Muhammadiyah. Lebih dari itu, DAD menjadi ruang untuk mengenal Muhammadiyah, nilai, cita-cita, dan gerakannya.

“Mengikuti Darul Arqam Dasar Muhammadiyah itu tidak harus kemudian menjadikan Anda sebagai orang Muhammadiyah. Tapi paling tidak, dari Darul Arqam Dasar ini bisa mengenalkan bahwa inilah Muhammadiyah, beginilah Muhammadiyah, ini cita-cita dasar Muhammadiyah,” tuturnya.

Kader Diminta Bertahan dan Terus Belajar

Ketua DPD IMM Kalimantan Tengah Aris Pratama Gunawan mengingatkan kader agar tidak mudah meninggalkan proses ketika menghadapi dinamika organisasi.

“Menjadi kader Muhammadiyah itu berat. Jika ragu dan bimbang, lebih baik lawan dan bertahan,” ujarnya.

Menurut Aris, IMM dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa sebelum mereka menghadapi kehidupan masyarakat yang lebih luas. Ia mengibaratkan organisasi sebagai tempat berlatih sebelum seseorang terjun ke lingkungan yang lebih kompleks.

“Belajarlah di IMM. Saya kira IMM adalah organisasi yang tepat bagi kawan-kawan mahasiswa untuk menjadikan IMM ini sebagai dunia kecil teman-teman hidup bermasyarakat,” katanya.

Aris juga mengajak kader mengambil bagian dalam persoalan karhutla. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengkritik atau menyalahkan pihak lain, tetapi perlu membangun kolaborasi dan melakukan tindakan sesuai kemampuan.

“Sudah tidak saatnya lagi kita berusaha menyalahkan, tetapi saatnya kita butuh kolaborasi,” ujarnya.

Ia menyampaikan rencana DPD IMM Kalimantan Tengah untuk turut membantu masyarakat melalui pembagian masker, multivitamin, air bersih dan dukungan logistik bagi relawan penanganan karhutla.

Mahasiswa dan Masa Depan Daerah

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bela, S.T., dalam stadium general mengajak mahasiswa mengembangkan sikap kritis, terbuka, dan berani menyuarakan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki ruang penting untuk menyampaikan gagasan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Proses organisasi, kata Tandean, dapat menjadi tempat mahasiswa belajar kepemimpinan, berdiskusi, memahami persoalan, dan mempersiapkan diri sebelum mengambil peran yang lebih besar di tengah masyarakat.

Rangkaian pembukaan DAD tersebut sekaligus mempertemukan kader IMM dengan berbagai unsur Muhammadiyah dan elemen daerah.

Bagi PC IMM Pulang Pisau, DAD bukan sekadar seremoni pembukaan, tetapi bagian dari proses mempersiapkan kader agar mampu memahami kondisi tempat mereka berada, memperkuat kapasitas diri, serta berani mengambil peran untuk menjawab persoalan masyarakat.

Dengan bekal kaderisasi tersebut, IMM diharapkan menjadi ruang lahirnya kader yang mampu berpikir kritis, membangun kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!