SOLO, MENARA62.COM — Di tengah padatnya jadwal kuliah dan berbagai aktivitas kampus, mahasiswa kerap dituntut untuk terus bergerak. Namun, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengingatkan bahwa kesibukan tidak semestinya membuat mahasiswa kehilangan ruang untuk menenangkan hati.
Pesan itu mengemuka dalam Majelis Kajian Keislaman HMP PGSD (MAKKAH) 2026 yang digelar Bidang Keislaman HMP PGSD FKIP UMS pada Kamis, 24 September 2026.
Mengusung tema “Back to Allah: Menemukan Ketenangan di Tengah Kesibukan”, kajian tersebut berlangsung di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS dan diikuti mahasiswa semester 3 PGSD FKIP UMS.
MAKKAH 2026 menghadirkan Ahmad Dzaki Mubarok, S.Pd. sebagai pembicara dengan Wahid Fathurohman, S.Ag. bertindak sebagai moderator.
Kajian tidak sekadar membahas pengetahuan keislaman. Para mahasiswa diajak merefleksikan kembali hubungan antara kesibukan, ketenangan hati, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Di tengah tuntutan akademik dan aktivitas sehari-hari, mahasiswa diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan kehidupan akhirat. Kualitas ibadah juga ditekankan sebagai salah satu fondasi untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna.
Kepala Program Studi PGSD FKIP UMS, Dr. Murfiah Dewi Wulandari, S.Psi., M.Psi., mengatakan MAKKAH merupakan kegiatan rutin HMP PGSD yang memiliki peran penting dalam memperluas wawasan keislaman mahasiswa.
“Kegiatan rutin HMP PGSD ini diharapkan dapat menambah wawasan keislaman mahasiswa dan tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Murfiah, nilai-nilai keislaman perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku mahasiswa, baik ketika menjalankan aktivitas akademik maupun saat berinteraksi di tengah masyarakat.
Melalui MAKKAH 2026, mahasiswa juga mendapat ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan melakukan refleksi terhadap kehidupan yang mereka jalani.
Pesan utamanya, kesibukan sebagai mahasiswa bukan alasan untuk semakin jauh dari nilai-nilai spiritual. Sebaliknya, berbagai aktivitas tersebut dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
HMP PGSD FKIP UMS berharap MAKKAH dapat berkembang menjadi ruang pembinaan keislaman yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membentuk mahasiswa secara lebih utuh, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi nilai dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai Islam diharapkan tidak berhenti di ruang kajian, melainkan hadir dalam perilaku mahasiswa di lingkungan kampus maupun ketika mereka terjun ke tengah masyarakat. (*)

