SOLO, MENARA62.COM — Menjadi sarjana pendidikan tak lagi identik dengan profesi guru. Pesan itu mengemuka dalam Yudisium dan Pembekalan Calon Wisudawan Periode I Tahun Akademik 2026/2027 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS), Kamis (24/9/2026).
Digelar di Auditorium Moh. Djazman UMS, Surakarta, kegiatan tersebut diikuti calon wisudawan dari 11 program studi sarjana FKIP UMS. Mengusung tema “Menjadi Profesional Masa Depan yang CAKAP: Menguasai Teknologi, Hebat Berinovasi, dan Berkarakter Islami”, yudisium menjadi momentum bagi para lulusan untuk menyiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.
Wakil Rektor IV UMS Prof. Dr. EM Sutrisna, M.Kes., dalam amanatnya mengingatkan para lulusan agar menjadikan ilmu dan keahlian yang diperoleh selama kuliah sebagai sarana menebar manfaat di tengah masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari seberapa besar ilmu tersebut memberikan dampak bagi lingkungan.
Prof. EM Sutrisna mencontohkan keteladanan para sahabat Nabi, seperti Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf, yang meninggalkan jejak kemanfaatan melalui wakaf dan kedermawanan.
“Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal yang terus mengalir,” menjadi pesan yang ditekankan dalam pembekalan tersebut, sejalan dengan hadis Rasulullah SAW mengenai tiga perkara yang pahalanya tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan akademik. Sebaliknya, momen tersebut menjadi titik awal bagi lulusan untuk menunjukkan dedikasi, membanggakan orang tua, serta berkontribusi melahirkan generasi yang berakhlak mulia.
Lebih dari Separuh Lulusan Raih Cum Laude
Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mengungkapkan capaian akademik yang diraih calon wisudawan pada periode ini.
Lebih dari 50 persen calon wisudawan berhasil meraih predikat cum laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,50.
Namun, menurut Anam, capaian akademik tersebut perlu berjalan beriringan dengan karakter, pengalaman, portofolio, serta kemampuan membangun jejaring.
“IPK tinggi harus ditopang karakter, portofolio kerja nyata, dan kemampuan membangun jejaring kolaborasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, FKIP UMS kini memiliki jejaring alumni yang telah melampaui 100.000 orang. Sekitar 85 persen alumni mengabdi di bidang pendidikan, sedangkan 15 persen lainnya berkarier di berbagai sektor publik dan profesional.
Jejak alumni tersebut antara lain tersebar di dunia legislatif, kewirausahaan, TNI, hingga Polri. Fakta itu menunjukkan bahwa kompetensi lulusan pendidikan dapat diterapkan di luar jalur profesi guru.
FKIP UMS juga terus memperluas pilihan pendidikan lanjutan. Saat ini tersedia enam program magister, termasuk S2 Pendidikan Jasmani yang baru diluncurkan pada pertengahan September 2026.
Alumni Brimob Bagikan Kunci Bertahan di Dunia Kerja
Pesan tentang luasnya peluang karier sarjana pendidikan diperkuat oleh kehadiran alumni FKIP UMS, Muhsin Abdurrahman, S.Pd.
Alumnus Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2021 tersebut kini bertugas di Korps Brimob Mabes Polri sekaligus melanjutkan studi magister di UMS.
Dalam sesi pembekalan, Muhsin membagikan pengalaman transisi dari kehidupan kampus menuju dunia kerja yang penuh dinamika.
Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir setelah lulus kuliah. Menurutnya, dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan teori dan nilai akademik.
Lima kemampuan utama menjadi bekal penting, yakni komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis berbasis data, kolaborasi, serta ketangkasan dalam memecahkan masalah.
Integritas, kata dia, juga menjadi fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari kemampuan teknis maupun soft skills.
Seni, Tradisi, dan Nilai Muhammadiyah Warnai Yudisium
Yudisium FKIP UMS tidak hanya diisi dengan pembekalan akademik dan karier. Unsur seni, tradisi, serta nilai keislaman turut mewarnai rangkaian acara.
Tari Gambyong ditampilkan mahasiswi PGSD, Nabila Alya Fauziah, Debi Mazalina, dan Ayu Afifah Firdausi. Sementara itu, Suhardi Saputra membacakan Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 103–104.
Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Pencak Silat oleh mahasiswa Pendidikan Jasmani. Di antaranya Dika Dwi Pratama Putra dan Dicky Tri Nugroho Putro, mahasiswa kembar sekaligus atlet Pencak Silat UMS.
Suasana semakin semarak melalui duet interaktif dosen Pendidikan Biologi Dra. Haryatmi, M.Si., bersama calon wisudawan Mochammad Khoirul Anwar dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Sebagai bagian dari simbolisasi kembalinya para lulusan kepada keluarga, Dekan FKIP UMS menyerahkan calon wisudawan kepada perwakilan orang tua, Haji Prayitno, ayah dari Zulfa Bayu Indra, lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Jasmani asal OKU Timur, Sumatra Selatan.
Rangkaian kegiatan yang dipandu Yogi Aryo Wicaksono dan Lisa Amalia sebagai pembawa acara dwibahasa itu ditutup dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) secara simbolis.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian refleksi kesan dan pesan oleh wisudawan terbaik Program Studi Pendidikan Biologi, Widya Gita, S.Pd., sebelum ditutup dengan sesi foto bersama setiap kelompok program studi.
Bagi FKIP UMS, momentum yudisium bukan sekadar seremoni kelulusan. Ia menjadi penanda kesiapan para sarjana untuk membawa kompetensi, karakter, dan pengalaman yang diperoleh di kampus ke ruang pengabdian dan dunia profesional yang lebih luas. (*)
