SOLO, MENARA62.COM — Pendidikan Pancasila tak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Di Kampus Benteng Pancasila Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, anak-anak TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta belajar tentang keberagaman dan toleransi dengan mengunjungi enam tempat ibadah yang berdiri berdampingan.
Kegiatan tersebut dikemas melalui Outing Class TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta pada Kamis (24/9/2026). Puluhan anak bersama guru dan orang tua/wali murid mengikuti kegiatan yang bertujuan mengenalkan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini.
Rombongan dipimpin Kepala TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta, Diah Martini, S.Pd, didampingi perwakilan Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kota Surakarta, guru, serta orang tua dan wali murid.
Kehadiran mereka disambut Ketua Takmir Masjid Nurul Huda UNS Suwarto, serta Dr Bramastia, M.Pd dan Dr Endrise Septina Rawanoko, M.Pd dari Pusat Studi Pengamalan Pancasila (PSPP) UNS Surakarta.
Diah Martini mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar secara langsung mengenai keberagaman, toleransi, kerukunan, dan sikap saling menghormati antarumat beragama.
“Kegiatan hari ini merupakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar secara langsung tentang keberagaman, toleransi, kerukunan, dan saling menghormati antarumat beragama. Kami sangat berharap pengalaman ini dapat menanamkan nilai-nilai karakter Pancasila sejak usia dini,” ujar Diah.
Menurut dia, pengalaman belajar secara langsung di lingkungan yang merepresentasikan keberagaman diharapkan dapat memberikan kesan yang lebih kuat kepada anak dibandingkan pembelajaran yang hanya berlangsung di dalam kelas.
Belajar Toleransi dari Lingkungan Kampus
Diah juga menyampaikan apresiasi kepada UNS yang telah menerima dan mendukung kegiatan pembelajaran tersebut.
Ia berharap kunjungan itu menjadi awal dari kerja sama dan silaturahmi yang terus terjalin antara TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta dan UNS.
Kepada para peserta didik, Diah berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan ceria, tertib, sopan, dan penuh rasa ingin tahu.
“Dengarkan arahan dari Bunda-bunda dan jagalah kebersihan serta ketertiban selama kegiatan. Semoga outing class hari ini berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman yang berharga bagi anak-anak kita,” katanya.
Sementara itu, Dr Bramastia, M.Pd yang mewakili PSPP UNS Surakarta, menyambut kunjungan tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap UNS.
Menurut Bramastia, keberadaan enam tempat ibadah di kawasan kampus menjadi salah satu gambaran kehidupan keberagaman yang terus dijaga di lingkungan UNS.
“Kami saat ini mengelola enam tempat ibadah yang menjadi dasar kuat UNS sebagai Kampus Benteng Pancasila yang saling berdampingan dan damai dalam keseharian,” ujar Bramastia.
Ia mengatakan suasana toleransi dan sikap saling menghormati antarumat beragama di kawasan tersebut terus dijaga.
Bagi Bramastia, kunjungan anak-anak TK memiliki arti penting karena pengenalan nilai toleransi dilakukan sejak usia dini.
“Kami senang bisa memberikan pembelajaran dan contoh baik dalam berkehidupan damai serta saling menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama,” katanya.
Dari Enam Rumah Ibadah Menuju Insan Pancasila
Bramastia menilai guru memiliki peran penting sebagai penggerak pendidikan Pancasila kepada generasi muda. Pengenalan nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat dimulai dari lingkungan pendidikan anak usia dini.
“Adik-adik yang masih berada pada pendidikan taman kanak-kanak sudah diberikan pelajaran dan contoh baik dalam berperilaku toleransi dan hidup saling menghormati antarumat beragama. Tentu ke depan akan menjadi insan Pancasila yang mampu menebarkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam memperkenalkan Pancasila melalui pengalaman langsung.
“Kegiatan hari ini menjadi bukti dan teladan baik bagi generasi muda menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Bermula dari kunjungan tempat-tempat ibadah inilah, ke depan nilai-nilai toleransi bisa terbangun dengan baik,” kata Bramastia.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata antara TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta dan PSPP UNS. Rangkaian acara kemudian diisi foto bersama dan bersalam-salaman.
Selanjutnya, guru, orang tua atau wali murid, serta anak-anak TK Kemala Bhayangkari 56 Surakarta melanjutkan Outing Class dengan mengunjungi enam tempat ibadah di kawasan Kampus Benteng Pancasila UNS Surakarta.
Dari kunjungan tersebut, pembelajaran tentang Pancasila tidak berhenti pada teori. Anak-anak diajak melihat secara langsung bagaimana keberagaman dapat hadir dalam satu lingkungan melalui sikap saling menghormati dan hidup berdampingan.
Jika ingin dibuat lebih menggigit dan viral ala Tempo.co, saya bisa menajamkan lead dengan sudut cerita anak-anak TK yang “berkeliling enam rumah ibadah” sebagai simbol toleransi sejak dini. (*)

