SOLO, MENARA62.COM – Berbagai persoalan warga tidak selalu menemukan ruang untuk disampaikan secara langsung kepada pengambil kebijakan. Karena itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Bengawan membuka ruang dialog bersama anggota DPRD Kota Surakarta untuk menyerap aspirasi warga Muhammadiyah sekaligus membahas peluang sinergi program.
Dialog tersebut dikemas dalam kegiatan “Muhammadiyah Menyapa Wakil Rakyat: Dialog Interaktif Warga Muhammadiyah bersama DPRD Komisi III Kota Surakarta” di SD Muhammadiyah 7 Joyosuran, Selasa (29/9/2026).
Anggota DPRD Kota Surakarta Komisi III, Salim, hadir dalam kegiatan tersebut. Dialog diikuti pimpinan harian PCM Kota Bengawan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Kota Bengawan, serta kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan cabang tersebut.
Ketua PCM Kota Bengawan, H Ghofar Ismail, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara warga Muhammadiyah dan wakil rakyat.
Menurut dia, pertemuan itu juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong kemajuan masyarakat, khususnya di wilayah kerja PCM Kota Bengawan.
“Ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Mudah-mudahan apa yang menjadi masukan dari warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam program-program ke depan,” ujar Ghofar.
Ia menambahkan, dialog tersebut berkaitan dengan program Majelis Ekonomi Muhammadiyah yang dikelola bersama para pengurus, di antaranya Joko Setiawan dan Roni.
Ghofar juga menyinggung hubungan yang telah terjalin antara warga Muhammadiyah dengan Salim sejak sebelum yang bersangkutan menjadi anggota DPRD Kota Surakarta. Relasi dan pengalaman perjuangan bersama tersebut diharapkan menjadi modal sosial untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka.
Salim: Banyak Aspirasi Warga yang Belum Tersalurkan
Salim menyambut positif dialog bersama warga Muhammadiyah Kota Bengawan. Ia menilai antusiasme peserta menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat untuk memperoleh ruang komunikasi secara langsung dengan wakil rakyat.
“Banyak pertanyaan yang dalam hati mereka sebenarnya ingin diutarakan kepada siapa, mereka juga bingung. Adanya dialog interaktif ini membuka mata bagi saya dan juga para hadirin untuk lebih aware dan lebih tahu langkah-langkah Pemerintah Kota Surakarta,” kata Salim.
Menurut dia, dialog berlangsung dua arah. Peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan dan persoalan yang mereka hadapi.
Salim menyebut intensitas tanya jawab bahkan masih tinggi ketika waktu dialog harus dihentikan.
“Interaksinya itu tidak berhenti. Kalau tadi tidak dihentikan karena waktunya, mungkin akan lebih banyak lagi. Artinya, tanya jawab dan dialog dua arahnya ini luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan warga Muhammadiyah di lingkungan PCM Kota Bengawan.
“Saya puas betul hadir di antara para hadirin PCM Muhammadiyah. Muhammadiyah luar biasa,” kata Salim.
Dorong Komunikasi Berkelanjutan
PCM Kota Bengawan berharap dialog tersebut tidak berhenti sebagai forum pertukaran informasi, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi komunikasi dan kolaborasi yang lebih berkelanjutan.
Ruang dialog juga diharapkan membantu warga memahami kebijakan Pemerintah Kota Surakarta sekaligus menyampaikan kebutuhan masyarakat secara lebih langsung kepada wakil rakyat.
Kehadiran pimpinan harian PCM, PRM se-Cabang Kota Bengawan, dan kepala AUM menjadi bagian penting dalam menghimpun aspirasi dari berbagai unsur Muhammadiyah.
Dengan komunikasi yang lebih terbuka, Muhammadiyah Kota Bengawan berharap berbagai gagasan dan kebutuhan warga dapat dibahas bersama secara konstruktif untuk mendukung kemajuan masyarakat di wilayah Surakarta, khususnya kawasan Pasarkliwon dan Serengan. (*)
