31.5 C
Jakarta

Rektor UMJT Bekali Mahasiswa Baru Empat Pilar Generasi Berkemajuan

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM — Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., membekali mahasiswa baru dengan empat hal penting untuk menjadi generasi muda berkemajuan di tengah perubahan zaman.

 

Pesan tersebut disampaikan Prof. Sofyan Anif saat menjadi narasumber Masa Ta’aruf (MASTA) mahasiswa baru UMJT, Senin (28/9/2026). UMJT merupakan hasil transformasi dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).

 

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Generasi Berkemajuan Menyongsong Era Indonesia Emas” itu, Prof. Sofyan Anif menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, kreativitas, dan kepedulian sosial.

 

“Generasi muda harus mampu menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keteguhan iman dan tauhid, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa kreatif, inovatif, dan tajdid,” kata Sofyan Anif.

 

Kuasai Ilmu dan Cerdas Bermedia Digital

 

Hal pertama yang ditekankan adalah pentingnya menguasai ilmu dan mencintai pengetahuan. Menurut Prof. Sofyan Anif, mahasiswa perlu menjadi pribadi yang aktif, kritis, memiliki literasi digital yang baik, sekaligus mampu mengamalkan ilmu dalam kehidupan nyata.

 

“Aktif dan kritis itu artinya menguasai ilmu pengetahuan teknologi serta mampu berpikir kritis,” ujarnya.

 

Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa juga diminta menjadi pengguna teknologi yang aktif dan cerdas. Kemampuan literasi digital diperlukan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi keliru.

 

Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, lanjutnya, juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Perkuat Iman dan Tauhid

 

Hal kedua adalah keteguhan iman dan tauhid. Prof. Sofyan Anif mengajak mahasiswa baru UMJT mempraktikkan tauhid secara aplikatif melalui amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mahasiswa juga didorong menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak.

 

Menurut dia, pendidikan tinggi tidak semata-mata membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga membangun fondasi keimanan dan karakter mahasiswa.

 

Bangun Akhlak Mulia dan Tebarkan Rahmat

 

Pilar ketiga adalah akhlak mulia dan semangat menebar rahmat. Prof. Sofyan Anif menyebut kejujuran, amanah, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari akhlaqul karimah.

 

Mahasiswa juga diminta mengembangkan sikap moderat atau al-wasathiyah melalui perilaku adil, seimbang, dan toleran dalam menghadapi keberagaman.

 

“Generasi muda juga harus mengembangkan perilaku rahmatan lil alamin dengan menghadirkan kedamaian dan manfaat bagi seluruh alam,” tuturnya.

 

Miliki Jiwa Tajdid dan Berani Berinovasi

 

Pilar keempat yang ditekankan adalah jiwa kreatif, inovatif, dan tajdid. Menurut Prof. Sofyan Anif, generasi muda perlu memiliki semangat pembaruan dengan tetap terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar Islam.

 

Mahasiswa juga didorong menghasilkan karya dan gagasan baru serta mengembangkan jiwa kewirausahaan.

 

“Memiliki jiwa kewirausahaan dengan mengembangkan usaha yang produktif dan bermanfaat serta mampu melakukan inovasi teknologi untuk menciptakan solusi yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat,” jelasnya.

 

Belajar dari Kiprah Muhammadiyah

 

Dalam pemaparannya, Prof. Sofyan Anif juga mengajak mahasiswa memahami perjalanan Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa dan negara.

 

Ia mencontohkan kiprah Muhammadiyah di bidang pendidikan yang telah dimulai KH Ahmad Dahlan melalui pendirian madrasah pada 1911. Menurutnya, peran tersebut terus berkembang hingga Muhammadiyah kini memiliki ribuan lembaga pendidikan dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

 

Prof. Sofyan Anif mengaitkan kiprah tersebut dengan pesan QS An-Nisa ayat 9, khususnya tentang pentingnya menyiapkan generasi yang tidak lemah.

 

Ia menjelaskan, kelemahan generasi tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dapat berupa kelemahan iman, fisik atau kesehatan, mental dan spiritual, serta pendidikan.

 

“Maka Kiai Dahlan tidak mau hanya menghafal, mempelajari ayat Al-Qur’an, tetapi juga dengan Surat An-Nisa ayat 9 dalam kehidupan sehari-hari supaya tidak lemah mental, fisik, pendidikan,” terang Prof. Sofyan Anif.

 

Pesan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa baru UMJT untuk menjalani kehidupan akademik sekaligus mempersiapkan diri sebagai generasi yang mampu menghadapi tantangan Indonesia menuju era Indonesia Emas. (PJ/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!