35.8 C
Jakarta

UMS Dorong Ketahanan Pangan Lewat Hidroponik dan Jamur Tiram

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM – Ketahanan pangan tak selalu membutuhkan lahan luas. Dari ruang sederhana, keterampilan, dan kemauan belajar, masyarakat dapat membangun sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.

 

Semangat tersebut dikembangkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di PRM Farm Jagoan, Sambi, Sukoharjo. Program ini mendorong anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) mengembangkan usaha produktif berbasis pangan.

 

Kegiatan dipimpin Ir. Amin Sulistyanto, S.T., M.T., M.Si., bersama Dedi Ari Prasetyo, S.T., M.Eng., Aan Sofyan, M.Sc., dan Indah Permata Dewi, M.Si., Akt. Tim juga melibatkan lima mahasiswa UMS.

 

Mengusung tema ketahanan pangan, pengabdian diarahkan pada pelatihan hidroponik selada dan budidaya jamur tiram. Dua komoditas tersebut dipilih karena dapat dikembangkan dalam skala masyarakat dan memiliki peluang ekonomi.

 

Amin mengatakan, pengabdian tersebut dirancang agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan mitra di masyarakat.

 

“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat agar lebih berdampak dan bersinergi dalam ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Amin.

 

Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam mentransfer pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan ilmu yang diberikan dapat diterapkan dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

 

Hidroponik Jadi Peluang Usaha

 

Dalam pelatihan hidroponik, anggota PRM dikenalkan dengan teknik memanfaatkan lahan secara lebih efektif untuk menghasilkan sayuran, khususnya selada.

 

Hidroponik dinilai bukan sekadar metode bercocok tanam tanpa tanah. Jika dikelola secara konsisten, budidaya tersebut dapat berkembang menjadi usaha pangan produktif.

 

Hasil panen selada dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi anggota dan masyarakat sekaligus dipasarkan sehingga memiliki nilai ekonomi.

 

Sementara itu, pelatihan budidaya jamur tiram memberikan pemahaman kepada anggota mulai dari proses produksi hingga pengelolaan hasil panen sebagai komoditas bernilai jual.

 

Tim UMS juga menekankan pentingnya aspek pemasaran. Produk pangan yang dihasilkan dari kegiatan budidaya membutuhkan strategi pemasaran agar dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

 

Dengan pendekatan tersebut, anggota PRM didorong untuk tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Mereka juga diarahkan memahami bagaimana mengelola dan memasarkan produk sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi.

 

Masjid dan Ranting Jadi Pusat Pemberdayaan

 

Ketua PRM Farm Jagoan, Giman Murad, mengapresiasi pendampingan yang diberikan tim pengabdi UMS.

 

Ia menyampaikan terima kasih atas pengetahuan, pendampingan, perhatian, dan motivasi yang diberikan kepada anggota PRM. Menurut Giman, program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru untuk mengembangkan kegiatan produktif di tingkat ranting.

 

“Semoga kegiatan ini memberikan motivasi dan semangat bagi anggota PRM serta berdampak luas untuk mandiri dan mensejahterakan melalui usaha-usaha di tingkat ranting. Masjid berdaya, masyarakat berdaya, dan semuanya berdampak baik nan luas,” kata Giman.

 

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masjid dan organisasi masyarakat dapat mengambil peran lebih luas sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

 

Ketika pengetahuan perguruan tinggi bertemu dengan semangat gotong royong dan potensi lokal, kegiatan sederhana dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

 

Melalui hidroponik selada dan budidaya jamur tiram, UMS dan PRM Farm Jagoan tidak sekadar mengejar hasil produksi. Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian, keberanian berusaha, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Sebab, masyarakat yang berdaya bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga mampu menciptakan manfaat dan peluang ekonomi bagi lingkungan di sekitarnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!