METRO LAMPUNG, MENARA62.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti mendorong Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) melakukan revitalisasi agar semakin relevan dengan tantangan generasi muda dan perubahan zaman.
Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat membuka Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Lampung, Kamis (8/10/2026).
Tanwir I HW mengusung tema “Mengukuhkan Kepanduan Berkemajuan” dan berlangsung 8–10 Oktober 2026. Sekitar 200 peserta dari berbagai provinsi mengikuti forum yang menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, sekaligus perumusan strategi pengembangan HW.
Abdul Mu’ti menilai HW harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi generasi Z dan generasi Alfa. Kedua generasi tersebut tumbuh di tengah perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, sekaligus menghadapi tantangan karakter, kesehatan mental, ketahanan diri, dan nasionalisme.
Karena itu, HW tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu.
“HW yang berkemajuan adalah HW yang terbuka, HW yang lebih dekat dengan masyarakat di mana mereka berada dan menjadi kekuatan muda yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan bagi generasi muda itu sendiri dan bagi persoalan bangsa dan negara,” tegas Abdul Mu’ti.
HW Diminta Tak Terjebak Kegiatan Klasik
Dorongan revitalisasi juga disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto. Ia mengingatkan bahwa HW memiliki sejarah panjang sejak didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1918.
HW sempat bergabung dengan gerakan kepanduan nasional pada 1961 sebelum dihidupkan kembali pada 1999. Menurut Agung, perjalanan panjang tersebut menjadi alasan penting bagi HW untuk terus melakukan evaluasi.
Ia menilai HW tidak cukup jika hanya mengandalkan kegiatan kepanduan klasik seperti baris-berbaris, tali-temali, semaphore, dan mendirikan tenda.
“Kalau Hizbul Wathan hanya berputar kepada pembinaan-pembinaan yang sifatnya klasik, terbatas kepada pelatihan baris-berbaris, tali-temali, semaphore, mendirikan tenda, kalau sebatas hanya itu mungkin minat anak muda akan semakin menurun,” ujarnya.
Agung mendorong HW memperbarui program, kegiatan, dan pola pembinaan agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Digitalisasi, teknologi informasi, serta media sosial, kata dia, harus menjadi bagian dari gerakan HW.
Regenerasi juga perlu dipercepat dengan memberi ruang lebih luas bagi kader muda untuk mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi.
Menurut Agung, keberadaan kabilah HW di sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi modal penting untuk memperkuat kaderisasi.
Abdul Mu’ti Soroti Strawberry Generation
Sementara itu, Abdul Mu’ti menyoroti fenomena strawberry generation, istilah yang menggambarkan generasi yang dianggap rentan menghadapi tekanan dan tantangan.
Menurut dia, pendidikan karakter harus menjadi bagian penting dalam pembentukan generasi masa depan. Pendidikan tidak cukup hanya mengejar penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus membangun karakter dan peradaban.
Ia menekankan pentingnya membentuk pribadi dengan pikiran bersih, tutur kata yang baik, serta perbuatan yang tulus dan ikhlas.
“Pikiran juga harus bersih, tutur kata yang mulia itu harus senantiasa menjadi akhlak. Perbuatannya juga perbuatan yang tulus dan ikhlas,” katanya.
Abdul Mu’ti juga mendorong HW semakin berkembang di sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Menurutnya, gerakan tersebut dapat menjadi sarana membentuk generasi yang kuat, unggul, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sekaligus mencintai tanah air.
Ia menegaskan, kecintaan terhadap bangsa dan negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Tanwir HW Jadi Ruang Konsolidasi
Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Aman Suyudi mengatakan tema “Mengukuhkan Kepanduan Berkemajuan” menjadi penegasan pentingnya adaptasi organisasi.
Menurut Aman, perkembangan teknologi, informasi, dan globalisasi membuat pola pembinaan, manajemen organisasi, serta kaderisasi HW perlu diperbarui.
“Kepanduan Hizbul Wathan tidak bisa lagi dikelola dengan manajemen konvensional. Harus dikelola dengan manajemen yang modern,” ujarnya.
Ia berharap Tanwir I menghasilkan gagasan dan langkah strategis untuk memperkuat HW sekaligus melahirkan generasi muda berkarakter kuat.
Dalam agenda tersebut, Kwartir Pusat HW juga memberikan penghargaan kepada Ketua PWM Lampung Prof. Dr. Sudarman dan penghargaan Dharma Bakti kepada Ketua Kwartir Wilayah HW Lampung.
Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyambut para peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi karena UM Metro dipercaya menjadi tuan rumah Tanwir I HW.
Ketua PWM Lampung Prof. Dr. Sudarman juga mengapresiasi kepercayaan Kwartir Pusat HW kepada Lampung. Ia berharap penyelenggaraan Tanwir menjadi momentum memperkenalkan perkembangan pendidikan dan gerakan Muhammadiyah di Lampung.
Tanwir I HW di UM Metro diharapkan tidak berhenti sebagai forum silaturahmi. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya Tanwir menjadi ruang bertukar pikiran, saling menginspirasi, dan merumuskan langkah nyata memperkuat kaderisasi.
“Tanwir ini menjadi forum di mana kita semua bertukar pikiran, saling menginspirasi dalam rangka membangun generasi Indonesia yang kuat, generasi Indonesia yang unggul, generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air dan bangsa,” pungkasnya. (*)
