SOLO, MENARA62.COM – Anak-anak Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah 2 Surakarta diajak memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan kreatif melalui pelatihan literasi digital dan pengelolaan media sosial. Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan bermedia, tetapi juga memperkuat karakter kolaboratif melalui praktik pembuatan konten digital.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada September 2026 ini mengusung tema “Penguatan Karakter Kolaboratif Anak di Era Digital melalui Pelatihan Literasi Digital dan Pengelolaan Media Panti Asuhan”.
Tim pelaksana terdiri atas Pramesti Mayaza Budiman, M.Pd., Dr. Murfiah Dewi Wulandari, M.Psi., Nisa’ul Nur Azizah, dan Imma Laillah Sari. Pelatihan dirancang dalam beberapa pertemuan agar anak-anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat mempraktikkan keterampilan yang diperoleh.
Perkuat Kerja Sama dan Karakter Kolaboratif
Pada pertemuan pertama, peserta mengikuti pelatihan penguatan karakter kolaboratif melalui kegiatan kelompok. Anak-anak diajak memahami pentingnya kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, pembagian tugas, serta sikap saling menghargai dalam menyelesaikan pekerjaan.
Materi disampaikan melalui aktivitas interaktif menggunakan kartu situasi. Melalui metode ini, peserta belajar bahwa setiap anggota kelompok memiliki peran dan kontribusi penting dalam mencapai tujuan bersama.
Anak-anak juga dikenalkan pada cara menyikapi perbedaan pendapat melalui komunikasi yang baik dan sikap saling menghormati. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengikuti kegiatan berikutnya, terutama saat bekerja sama membuat konten digital untuk panti asuhan.
Anak Panti Belajar Etika dan Keamanan Digital
Pada pertemuan kedua, peserta mendapatkan materi literasi digital dan etika bermedia sosial. Mereka diajak mengenali berbagai manfaat teknologi, mulai dari mendukung pembelajaran dan mencari informasi hingga menjadi sarana komunikasi serta berkarya.
Selain itu, anak-anak dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga privasi, melindungi keamanan akun, memilih informasi tepercaya, serta mengenali informasi yang berpotensi menyesatkan.
Peserta juga diajak membiasakan diri berpikir kritis sebelum membagikan informasi di media sosial. Dengan demikian, kemampuan bermedia digital tidak hanya diukur dari kecakapan menggunakan perangkat, tetapi juga dari kesadaran untuk bertindak secara etis dan bertanggung jawab.
Dari Ide Menjadi Konten Media Sosial
Memasuki pertemuan ketiga, anak-anak mulai mempraktikkan pemanfaatan teknologi sebagai sarana kolaborasi dan kreativitas. Mereka dilibatkan dalam proses pembuatan konten digital untuk Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah 2 Surakarta.
Proses tersebut mencakup penentuan ide, diskusi, pembagian tugas, dokumentasi, penyusunan tulisan, hingga pengolahan materi menjadi konten digital.
Setiap peserta mendapat kesempatan untuk berkontribusi sesuai perannya. Proses ini sekaligus menjadi ruang praktik untuk membangun tanggung jawab, menghargai pendapat, saling membantu, dan menyelesaikan pekerjaan bersama.
Konten yang dihasilkan selanjutnya diarahkan untuk dipublikasikan melalui media sosial panti. Anak-anak diperkenalkan pada cara memilih materi yang layak diunggah, menyusun takarir atau caption, serta memperhatikan etika publikasi.
Melalui praktik tersebut, peserta belajar bahwa media sosial panti bukan sekadar tempat mendokumentasikan kegiatan. Media digital juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan aktivitas positif panti, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta membangun komunikasi dan kepercayaan publik.
Literasi Digital Jadi Bekal Berkarya
Rangkaian pelatihan ditutup dengan evaluasi melalui post-test untuk mengetahui pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh kegiatan. Evaluasi mencakup karakter kolaboratif, pemanfaatan teknologi secara positif, keamanan dan privasi digital, pembuatan konten, serta pengelolaan media sosial.
Melalui kegiatan ini, literasi digital diperkenalkan sebagai bekal untuk belajar, bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kreatif, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak menerapkan kebiasaan bermedia secara lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, keterampilan yang diperoleh diharapkan mendukung pengelolaan media sosial Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah 2 Surakarta agar semakin optimal dalam menyampaikan informasi kegiatan positif dan membangun citra panti melalui media digital. (*)
