30.1 C
Jakarta

AR-Magic Book UMS Perkuat Literasi Sains Anak di Malaysia

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Belajar mengenal hewan tak lagi sebatas membaca buku. Anak-anak Sanggar Bimbingan Kampung Pandan, Kuala Lumpur, Malaysia, diajak mengeksplorasi dunia sains melalui teknologi Augmented Reality (AR) yang membuat materi pembelajaran tampil lebih interaktif dan konkret.

 

Inovasi tersebut diterapkan dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI).

 

Program bertajuk “Implementasi AR-Magic Book untuk Penguatan Literasi Sains Dasar pada Anak Didik Sanggar Bimbingan PCIA Malaysia” itu dilaksanakan bersama Sanggar Bimbingan Kampung Pandan, binaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah/Aisyiyah (PCIM/PCIA) Malaysia, Selasa (15/9/2026).

 

Ketua Tim PkM KI FKI UMS, Dr. Ir. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng., mengatakan AR-Magic Book dirancang untuk menjawab kebutuhan mitra, terutama dalam penguatan pembelajaran sains dasar bagi siswa.

 

“Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, kegiatan ini bertujuan memberikan solusi melalui implementasi AR-Magic Book sebagai media pembelajaran interaktif untuk memperkuat literasi sains dasar siswa, khususnya dalam materi pengenalan hewan,” kata Endah, Senin (21/9/2026).

 

Melalui teknologi AR, materi pengenalan hewan disajikan dengan pendekatan yang memungkinkan siswa berinteraksi secara lebih aktif dengan objek pembelajaran. Konsep sains yang sebelumnya bersifat abstrak diupayakan menjadi lebih mudah dipahami melalui pengalaman belajar yang konkret.

 

Pendekatan tersebut tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima informasi. Mereka didorong untuk mengeksplorasi materi, mengamati objek, dan membangun pemahaman melalui interaksi dengan media digital.

 

Endah mengatakan penerapan AR-Magic Book juga diarahkan untuk mendorong berkembangnya kemampuan berpikir ilmiah (scientific thinking) pada anak.

 

“Pada aspek sosial kemasyarakatan, implementasi AR-Magic Book pada materi pengenalan hewan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara konkret serta mendorong berkembangnya kemampuan berpikir ilmiah atau scientific thinking,” ujarnya.

 

Guru Juga Diperkuat

 

Program PkM KI FKI UMS tersebut tidak hanya menyasar siswa. Para guru di Sanggar Bimbingan Kampung Pandan juga mendapatkan penguatan kapasitas agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

 

Kegiatan mencakup penyediaan media pembelajaran berbasis AR, pelatihan literasi digital bagi guru, serta pendampingan dalam implementasi pembelajaran berbasis teknologi.

 

“Pada aspek manajemen, solusi difokuskan pada peningkatan kemampuan mitra dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Melalui penyediaan media pembelajaran, pelatihan literasi digital, dan pendampingan, kami berharap mitra mampu mengelola pembelajaran secara lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik siswa,” kata Endah.

 

Pemanfaatan teknologi tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun kebiasaan penggunaan perangkat digital secara produktif. Anak-anak diperkenalkan pada cara memanfaatkan perangkat digital bukan sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media belajar dan eksplorasi pengetahuan.

 

Bagi UMS, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik sekaligus jejaring Muhammadiyah di tingkat internasional.

 

“Solusi yang kami tawarkan juga mendukung pencapaian sasaran PkM KI, yaitu terbentuknya model komunitas pendidikan berbasis AUM/PCIA yang mandiri dan berdaya saing, tersosialisasinya nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta penguatan jejaring dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional,” ujar Endah.

 

Tim PkM KI FKI UMS dipimpin Endah Sudarmilah dengan melibatkan Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom., Drs. Joko Sutarso, M.Si., Ahmada Auliya Rahman, S.I.Kom., M.Pd., dan Dias Fithry Mahmudah, S.Kom., M.Inf.

 

Tim juga diperkuat Dr. Hindayati Mustafidah, S.Si., M.Kom., dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Arbansyah, S.Kom., M.TI., dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

 

Pelaksanaan program mendapat dukungan Asosiasi Program Studi Informatika Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APSI PTMA) serta IndoCEISS.

 

Program tersebut difasilitasi Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (DRPPS) UMS sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dan pengabdian masyarakat UMS di tingkat internasional.

 

Melalui AR-Magic Book, UMS tidak sekadar membawa teknologi ke ruang belajar di Malaysia. Program tersebut juga memperlihatkan bagaimana inovasi digital dapat digunakan untuk membuat pembelajaran sains lebih dekat, interaktif, dan bermakna bagi anak. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!