25.3 C
Jakarta

Buku Malik Fadjar Untold Story, Melihat Malik Fadjar dari Sisi yang Berbeda

Baca Juga:

Muhammadiyah dan UGM TandaTangani MOU Penanganan Covid-19

  Yogyakarta, MENARA62.COM- Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Universitas Gajah Mada (UGM), Kamis (15/04) menanda tangani nota kesepahaman bersama (MOU) dalam penanganan...

Bersinergi dengan MyPertamina, Tugu Insurance Bidik 1,5 Juta Pengguna MyPertamina

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pelanggan yang menggunakan aplikasi MyPertamina sekarang tidak hanya dapat menikmati harga hemat untuk setiap pembelian bahan bakar mesin (BBM) maupun berbagai...

Legislator Anis: Pembentukan Kementerian Investasi Bukan Solusi

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menghapus Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dari Kabinet Indonesia Maju dan meleburnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penggabungan Kemenristek...

MDMC Serahkan Puluhan Unit Huntara di Sulawesi Barat

  Mamuju, MENARA62.COM- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selesai melaksanakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas gempa bumi di Sulawesi Barat. Huntara yang selesai...

PONTIANAK, MENARA62.COM – Kenangan akan perjuangan seorang tokoh Pendidikan Nasional Almarhum Malik Fadjar  banyak menginspirasi banyak tokoh. Warisan kebaikan kehidupan baik dari sisi pendidikan maupun pribadi beliau yang egaliter menjadi inspirasi banyak orang.

Salah satunya dikenang oleh Dr. Aswandi (Penulis, Dosen Universitas Tanjungpura, Pontianak dan Pakar Pendidikan Kalimantan Barat) yang telah melahirkan sebuah buku dengan judul “Malik Fadjar: The Untold Stories”.  Launching buku ini ditandai dengan sebuah gelaran acara Bedah Buku Virtual pada Senin (9/11/ 2020) melalui streaming Youtube dengan moderator Ady Setiawan.

Aswandi sosok pendidik yang sangat produktif menulis buku dan mengisi kolom berbagai media daerah dan nasional terus giat menulis untuk mendokumentasikan pikiran-pikirannya dengan gaya kepenulisan yang popular dan renyah dibaca namun tanpa kehilangan esensi makna .

Dalam sambutan pembukaan acara bedah buku tersebut Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si.,FCBArb memberikan apresiasi yang tinggi atas terbitnya buku tersebut.

“Buku berisi profil, gagasan dan pemikiran Prof Malik Fadjar ini mampu mendeskripsikan berbagai kroniko sosok yang kental dengan pemikiran orientasi pendidikan, manajemen perguruan tinggi dan strategi menyelesaikan konflik internal dan meluas sampai kepada pembinaan mahasiswa,” katanya.

Dari buku ini lanjutnya, kita juga bisa mengetahui visi Malik Fadjar mereformasi perguruan tinggi. Ini diungkapkan penulis dengan gaya bahasa yang nyaman untuk diikuti. “Buku ini mengabadikan ide-ide Prof. Malik Fadjar yang masih sangat relevan dalam perkembangan di perguruan tinggi di tengah diskrupsi yang didorong oleh revolusi industri 4.0,” imbuhnya.

Dalam diskusi tersebut, Aswandi mengemukakan motivasi menulis buku ini yang merupakan catatan-catatannya dalam berinteraksi dengan pak Malik Fadjar. “Mungkin buku ini merupakan buku pertama tentang beliau yang terbit setelah beliau berpulang. Tetapi  adalah sosok yang dikenal sebagai bapak Reformasi Pendidikan di Indonesia, banyak sekali sumbangsihnya  terhadap pembangunan pendidikan di Indonensia,” katanya.

Buku tersebut  mencoba melengkapi catatan-cataan tulisan tentang almarhum yang sudah banyak ditulis oleh para tokoh nasional,  namun pengalaman pribadi penulis ternyata masih banyak sekali cerita inspritatif yang belum terceritakan yaitu sisi lain yang tidak diceritakan  selama pergaulannya dengan almarhum. Aswandi ingin menambah kekayaan catatan pengalaman kehidupan  sekitar 20 item yang merupakan pengalaman pribadi.

Buku terbagi jadi empat bagian meliputi biografi singkat, interaksi dengan penulis, legacy atau warisan dari Malik Fadjar serta bagian ke empat berisi tentang kisah-kisah yang tidak diceritakan oleh orang banyak dan sangat membekas dalam sanubari penulis dan ini yang ingin dibagikannya kepada para pembaca.

Ada satu ungkapan yang diutarakan Malik Fadjar dalam satu kesempatan yang amat membekas dan selalu diingat Aswandi. “Jadilah ulama atau orang-orang  yang berilmu yang selalu mampu memelihara keilmuannya dengan baik jangan berhenti dan merasa lelah untuk mengabdi kepada masyarakat dan bangsa”.

Semoga Almarhum berada di tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kita semua bisa mengambil pelajaran bermakna dari kisah almarhum Prof. Malik  Fadjar.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!

Muhammadiyah dan UGM TandaTangani MOU Penanganan Covid-19

  Yogyakarta, MENARA62.COM- Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Universitas Gajah Mada (UGM), Kamis (15/04) menanda tangani nota kesepahaman bersama (MOU) dalam penanganan...

Bersinergi dengan MyPertamina, Tugu Insurance Bidik 1,5 Juta Pengguna MyPertamina

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pelanggan yang menggunakan aplikasi MyPertamina sekarang tidak hanya dapat menikmati harga hemat untuk setiap pembelian bahan bakar mesin (BBM) maupun berbagai...

Legislator Anis: Pembentukan Kementerian Investasi Bukan Solusi

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menghapus Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dari Kabinet Indonesia Maju dan meleburnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penggabungan Kemenristek...

MDMC Serahkan Puluhan Unit Huntara di Sulawesi Barat

  Mamuju, MENARA62.COM- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selesai melaksanakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas gempa bumi di Sulawesi Barat. Huntara yang selesai...

Sido Muncul Serahkan Bantuan Korban Banjir NTT Senilai Rp500 Juta Melalui Kemensos

JAKARTA, MENARA62.COM - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali mengirimkan bantuan untuk warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara...

Menara62 TV