34 C
Jakarta

Dari 12 Jadi 583 Siswa, SD Muhammadiyah PK Banyudono Dievaluasi

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM — Perjalanan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono dari sekolah dengan 12 siswa hingga kini memiliki 583 siswa menjadi sorotan dalam Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) yang dilakukan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banyudono, Selasa (6/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula SD Muhammadiyah PK Banyudono tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi terhadap perkembangan sekolah, mulai dari kepemimpinan, kesiswaan, sarana dan prasarana, hingga administrasi serta keuangan.

 

Tim PKKS PCM Banyudono terdiri atas tiga orang. Yacop Khismanto, S.Pd., melakukan penilaian pada aspek kepribadian dan kepemimpinan. Sarbudi, S.Pd., menilai bidang kesiswaan serta sarana dan prasarana. Sementara Umi Muslikah, S.Ag., bertugas menilai aspek administrasi dan keuangan.

 

Kegiatan diawali sambutan selamat datang dan pemaparan selayang pandang oleh Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., MM. Dalam paparannya, Pujiono mengungkapkan perjalanan sekolah yang terus berkembang sejak hanya memiliki 12 siswa hingga mencapai 583 siswa.

 

“Perjalanan sekolah ini bukanlah perjalanan yang instan. Dari 12 siswa, sedikit demi sedikit kita tumbuh melalui kerja keras, kepercayaan masyarakat, kolaborasi orang tua, perjuangan guru, serta dukungan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Pujiono.

 

Menurutnya, pertumbuhan jumlah siswa tersebut berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan mutu dan tata kelola sekolah. SD Muhammadiyah PK Banyudono kini telah meraih Akreditasi A dan mendapatkan predikat Sekolah Unggul Madya dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga memperkenalkan tim yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan berbagai bidang. Mereka yakni Iin Marlinda sebagai Waka Kurikulum, Putri Endriastuti sebagai Waka Kesiswaan, Danang Eko PL sebagai Waka Sarana dan Prasarana, Anik Soffiyati sebagai Bendahara, Siti Mar’athus Sholihah sebagai pengelola LazisMU, serta Habibi Nur sebagai Humas.

 

Penilaian PKKS tidak hanya diarahkan pada kelengkapan administratif. Tim PCM Banyudono juga melihat secara menyeluruh bagaimana kepemimpinan sekolah, pengelolaan peserta didik, sarana prasarana, administrasi, dan keuangan dijalankan untuk menopang perkembangan sekolah.

 

Bagi SD Muhammadiyah PK Banyudono, PKKS menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk melakukan evaluasi, perbaikan, dan penguatan mutu pendidikan. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk mempertahankan capaian sekaligus menemukan ruang perbaikan ke depan.

 

Perjalanan dari 12 siswa menjadi 583 siswa menunjukkan bahwa pertumbuhan sekolah dibangun melalui kerja bersama. Guru, orang tua, masyarakat, dan Persyarikatan Muhammadiyah menjadi bagian dari proses panjang tersebut.

 

Mengusung semangat “Sekolahnya Calon Pemimpin Bangsa”, SD Muhammadiyah PK Banyudono berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan dan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan adab, akhlak, kemandirian, serta kesiapan menghadapi masa depan.

 

Dari 12 siswa menjadi 583 siswa, perjalanan SD Muhammadiyah PK Banyudono menjadi gambaran tentang pertumbuhan yang dibangun melalui konsistensi, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!