Dosen Informatika UMJT Ungkap Alasan Judi Online Untungkan Bandar
MADIUN, MENARA62.COM – Judi online, khususnya permainan slot, bukan sekadar permainan keberuntungan. Di balik tampilan animasi dan tombol spin, terdapat algoritma yang dirancang dengan peluang pembayaran tertentu sehingga bandar memiliki keunggulan matematis dalam jangka panjang.
Dosen Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Galih Wiratmoko, M.Kom., menjelaskan bahwa sistem teknologi di balik judi online perlu dipahami masyarakat agar tidak terjebak anggapan bahwa kemenangan sesaat menjamin keuntungan berkelanjutan.
Menurut Galih, platform judi online umumnya beroperasi melalui situs web maupun aplikasi seluler. Situs web bahkan dapat diakses langsung melalui peramban di ponsel tanpa harus mengunduh aplikasi khusus.
“Kalau kita lihat dari aplikasinya sendiri atau wadahnya, sistem yang dikembangkan bisa berbasis web maupun aplikasi mobile. Website juga bisa diakses melalui browser di HP, sehingga pemain tidak selalu perlu memasang aplikasi,” ujar Galih, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, aplikasi judi online secara umum terdiri atas dua bagian utama, yakni front end dan back end. Front end merupakan antarmuka yang dilihat dan digunakan pemain, sedangkan back end adalah sistem yang memproses data dan menjalankan fungsi aplikasi di server.
Dalam permainan slot online, ponsel pemain pada dasarnya menampilkan antarmuka dan animasi. Sementara itu, hasil permainan umumnya diproses melalui sistem server operator atau penyedia permainan.
Tiga Mekanisme yang Menentukan Permainan Slot
Galih mengungkapkan, terdapat sejumlah komponen teknologi yang memengaruhi cara kerja permainan slot online. Tiga di antaranya adalah Random Number Generator (RNG), Return to Player (RTP), dan volatilitas.
Pertama, Random Number Generator (RNG), yaitu mekanisme yang menghasilkan angka secara acak. Ketika pemain menekan tombol spin, keluaran RNG dipetakan menjadi hasil permainan berdasarkan aturan dan peluang yang telah ditetapkan dalam sistem.
Kedua, Return to Player (RTP), yakni persentase pengembalian teoretis kepada pemain dari total nilai taruhan dalam jumlah permainan yang sangat besar.
Galih mencontohkan, apabila suatu permainan memiliki RTP teoretis 80 persen, angka tersebut berarti rata-rata pengembalian secara teoretis mencapai Rp800 ribu dari total taruhan Rp1 juta dalam skala permainan yang sangat besar.
Dengan demikian, selisih Rp200 ribu atau 20 persen menjadi gambaran keunggulan matematis bandar sebelum memperhitungkan biaya operasional.
Namun, angka RTP bukan berarti pemain memiliki peluang menang sebesar 80 persen. RTP juga tidak menjamin pemain akan memperoleh kembali 80 persen uangnya dalam satu sesi permainan.
“Kalau bahasa sederhananya, kita ibaratkan ada dua wadah: pengembalian untuk pemain dan bagian bandar. Jika 100 pemain masing-masing memasang taruhan Rp10 ribu, total taruhannya Rp1 juta. Sebagai ilustrasi, pada RTP teoretis 80 persen, rata-rata pengembalian dalam jumlah permainan yang sangat banyak adalah Rp800 ribu per Rp1 juta total taruhan,” jelasnya.
Ia menegaskan, ilustrasi tersebut bukan pembagian pasti untuk setiap kelompok pemain. Hasil aktual dapat berbeda-beda karena setiap putaran memiliki hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
Ketiga, volatilitas, yaitu ukuran variasi hasil atau pembayaran dalam permainan. Permainan dengan volatilitas rendah cenderung memberikan hadiah lebih kecil dengan frekuensi lebih sering. Sebaliknya, volatilitas tinggi cenderung menghadirkan hadiah besar yang lebih jarang.
Perbedaan tersebut dapat memengaruhi pengalaman bermain, tetapi tidak menghilangkan risiko kehilangan uang.
“Peluang hasil dan besaran pembayaran sudah dirancang dalam sistem permainan. Pada permainan dengan RTP di bawah 100 persen, secara matematis bandar diuntungkan dalam jangka panjang,” kata Galih.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keunggulan matematis bandar tidak berarti bandar selalu menang dalam setiap putaran atau setiap pemain pasti kalah setiap kali bermain.
Pemain mungkin memperoleh kemenangan pada kesempatan tertentu. Namun, kemenangan sesaat tersebut tidak mengubah perhitungan matematis yang membuat permainan menguntungkan operator dalam jangka panjang.
Mengapa Situs Judi Online Sulit Diberantas?
Selain menjelaskan mekanisme permainan, Galih menyoroti tantangan pemberantasan judi online melalui pemblokiran situs, termasuk langkah yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurutnya, salah satu kendala utama adalah kemampuan operator mengganti alamat situs setelah domain sebelumnya diblokir. Akibatnya, akses ke suatu situs dapat terputus, tetapi layanan serupa berpotensi kembali tersedia melalui domain lain.
Kondisi tersebut kerap digambarkan dengan ungkapan “mati satu tumbuh seribu”.
Galih menjelaskan, pemblokiran domain dapat diibaratkan seperti menutup salah satu pintu masuk menuju sebuah layanan. Tindakan itu membatasi akses melalui alamat yang diblokir, tetapi tidak otomatis mematikan server atau seluruh infrastruktur yang menjalankan layanan tersebut.
Dalam sistem internet, domain berfungsi sebagai nama atau alamat situs, sedangkan Domain Name System (DNS) menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP yang digunakan untuk menemukan server tujuan.
Ketika satu domain diblokir, operator dapat menggunakan domain alternatif untuk mengarahkan pengguna ke layanan yang sama selama infrastrukturnya masih beroperasi.
“Jadi ada nama domain sebagai alamat situs, dan DNS yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. Ketika akses ke satu domain diblokir, operator dapat menggunakan domain lain untuk mengakses layanan yang sama, selama infrastrukturnya masih berjalan,” terangnya.
Menurut Galih, pergantian alamat akses dapat berlangsung relatif cepat apabila operator telah menyiapkan domain alternatif. Sistem layanan bisa tetap berjalan meskipun nama domain yang digunakan berubah.
Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya menekan peredaran judi online di ruang digital.
Literasi Digital Penting untuk Cegah Judi Online
Galih menilai, pemahaman mengenai teknologi dan mekanisme matematis judi online perlu diperkuat di tengah masyarakat. Pengetahuan tersebut dapat membantu masyarakat memahami bahwa tampilan permainan yang menarik tidak menjamin peluang keuntungan bagi pemain.
Pemahaman mengenai RNG, RTP, dan volatilitas juga penting untuk meluruskan anggapan bahwa pemain dapat terus memperoleh keuntungan hanya dengan mengandalkan strategi atau keberuntungan.
Pada akhirnya, masyarakat perlu menyadari bahwa judi online memiliki risiko kehilangan uang, sementara sistem permainan dengan RTP di bawah 100 persen memberikan keunggulan matematis kepada operator dalam jangka panjang.
Karena itu, kemenangan sesaat tidak seharusnya dipandang sebagai bukti bahwa judi online dapat menjadi sumber penghasilan yang dapat diandalkan. (PJ/*)
