32.9 C
Jakarta

Dr Karina: Stem Cell itu Sifatnya Hidup, Tidak Bisa Disimpan dalam Bentuk Tablet atau Ampul

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Stem cell adalah sel hidup. Karena itu stem cell atau dikenal sel punca tidak bisa disimpan dalam bentuk kapsul, tablet, krim, atau ampul.

“Sebagus apapun ampulnya, secanggih apapun teknologinya, tidak akan bisa menyimpan sel dalam bentuk ampul, krim, kapsul atau tablet,” kata Dr dr Karina SpBP-RE, Doktor bidang Biomedik (Stem Cell) dalam sesi webinar bertema Tampil Cantik & Sehat dengan Stem Cell yang digelar Ikatan Apoteker Indonesia bekerjasama dengan PT ISFI Penerbitan, Sabtu (30/5/2020). Webinar yang menampilkan modetaror dr Johannes Albert B, SpBP-RE diikuti sekitar 1800 peserta dari seluruh Indonesia.

Karena itu jika ada klinik kesehatan atau klinik kecantikan yang melakukan terapi peremajaan sel atau terapi kesehatan dengan menggunakan sel punca berbentuk pil, krim, serbuk atau ampul dipastikan itu palsu. Sel punca meskipun berupa sel punca bersumber sel buah-buahan tetap tidak bisa disimpan dalam bentuk kapsul, tablet atau ampul.

Dr Karina yang juga merupakan CEO Yayasan Yayasan Hayandra Peduli, Hayandralab dan Klinik Hayandra mengingatkan untuk melakukan regenerasi sel, dunia kedokteran mengenal dua sumber sel punca. Yakni sel punca yang bersumber dari diri sendiri (autologus) dan bersumber dari orang lain (alogenik). Dari dua sumber sel punca tersebut, sel autologus dinilai paling aman. Sel punca autologus ini bisa diambil dari lemak, sumsum tulang, darah dan kulit pasien.

“Yang selama ini banyak dilakukan oleh orang adalah mengambil sel punca dari lemak, ini relatif lebih mudah prosedur dan tindakannya. Jumlahnya juga banyak,” lanjut Dr Karina.

Sedang untuk sel punca dari orang lain, dunia medis mengenal adanya sel punca darah tali pusat. Tetapi sel punca yang bersumber dari tali pusat ini hanya bisa digunakan oleh orang tertentu yang memiliki hubungan darah sangat dekat dengan si pemilik sel punca. Seorang ayah saja, tidak bisa menggunakan sel punca dari darah tali pusat anaknya sendiri.

Diakui Dr Karina, terapi sel punca ini semakin banyak dijadikan sebagai solusi masyarakat, tidak hanya untuk urusan kesehatan atau pengobatan penyakit Mereka yang ingin awet muda, tetap cantik, tetap ganteng, kulit tetap segar, terhindar dari keriput juga banyak memanafaatkan terapi sel punca.

Tetapi Dr Karina mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam memilih klinik untuk terapi sel punca ini. Berdasarkan Permenkes nomor 32 tahun 2018, terdapat 12 rumah sakit dan 6 laboratorium cGMP Stem Cell yang dapat melayani terapi stem cell. Ke-12 rumah sakit tersebut adalah RS Cipto Mangunkusumo, RS Dr Soetomo, RS Dr M Djamil, RS Jantung Harapan Kita, RS Fatmawati, RS Kanker Darmais, RS Persahabatan, RS Dr. Hasan Sadikin, RS Dr Sardjito, RS Dr Karyadi, RS Sanglah dan RSPAD Gatot Soebroto.

Sedangkan laboratorium cGMP Stem Cell berdasarkan SK Kemenkes adalah Hayandralab, Lab Regenic, Lab Dermama, Lab Prostem, Lab Asia Stem Cell, dan Lab RS Cipto Mangunkusumo.

Selain untuk anti aging, stem cell lanjut Dr Karina banyak digunakan untuk terapi penyakit degeneratif seperti osteoarthritis, diabetes melitus, dimensia, alzaimer, dan parkinson, terapi penyakit kardiovaskuler seperti stroke dan penyakit jantung koroner, terapi penyakit autoimun dan kerusakan organ akibat hal lain.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!