SOLO, MENARA62.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan halalbihalal di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, Senin (30/3/2026). Sebanyak 454 murid mengikuti kegiatan bertajuk “Kolaborasi Tanpa Batas, Silaturahmi Tanpa Jeda” sebagai upaya memperkuat karakter dan spiritualitas pasca-Idulfitri.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembagian dua lokasi. Murid kelas I, II, dan III mengikuti acara di hall utama gedung selatan, sementara kelas IV, V, dan VI berkegiatan di Masjid Kottabarat Solo.
Acara untuk kelas I hingga III diawali dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhamad Arifin. Dalam pesannya, ia mengajak murid meningkatkan ketakwaan di bulan Syawal dengan meneladani empat ciri orang bertakwa sebagaimana termaktub dalam QS. Ali ‘Imran ayat 133–135.
“Gemar bersedekah dalam segala kondisi, mampu menahan amarah, mudah memaafkan, serta senantiasa beristigfar adalah kunci meningkatkan iman dan ketakwaan,” ujarnya.
Sebelum tausiyah, para murid mengikuti ikrar halalbihalal yang dipandu guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Pebri Ike Yulaikah, dengan penuh khidmat.
Tausiyah kemudian disampaikan oleh Wahyu Widodo yang menekankan pentingnya menjaga sikap istikamah dalam beribadah. Ia juga mengingatkan murid untuk bertanggung jawab mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan serta menjaga kerukunan antarteman.
“Jaga lisan, saling menghargai, serta saling meminta maaf dan memaafkan agar kebersamaan tetap terjalin,” pesannya.
Sementara itu, kegiatan untuk kelas IV hingga VI berlangsung di Masjid Kottabarat dengan rangkaian serupa. Kepala sekolah, Nursalam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi pasca-Ramadan hendaknya dimaknai sebagai kembali ke fitrah.
“Hati yang bersih akan memudahkan ilmu masuk dan membawa keberkahan dalam kehidupan,” ungkapnya.
Kajian tausiyah disampaikan oleh Mohamad Iqbal Baehaqi yang mengangkat pentingnya menjaga silaturahmi. Ia menegaskan bahwa silaturahmi tidak hanya melalui kunjungan langsung, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara sederhana di era digital.
“Silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Bahkan dengan sapaan, panggilan video, atau berbagi hadiah kecil, hubungan baik tetap terjaga,” jelasnya.
Kegiatan halalbihalal 1447 Hijriah ini ditutup dengan prosesi musafahah. Para murid berjajar rapi untuk bersalaman dan saling memaafkan dengan guru, tenaga kependidikan, serta sesama teman, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh haru di lingkungan sekolah.
Momentum ini diharapkan mampu menanamkan nilai istikamah serta mempererat silaturahmi di kalangan murid sejak dini. (*)
