30 C
Jakarta

Halalbihalal SD Muhammadiyah PK Solo Perkuat Kebersamaan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menggelar kegiatan halalbihalal yang diikuti 50 guru dan tenaga kependidikan di Ruang Haji Isa, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kebersamaan pasca-Idulfitri.

Acara diawali dengan tausiyah oleh Ustaz Wahyu Widodo, guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Dalam pemaparannya, ia mengulas filosofi Idulfitri dalam tradisi masyarakat Jawa yang sarat makna refleksi dan saling memaafkan.

Ia menjelaskan istilah “bakdan” yang dimaknai sebagai selesainya ibadah puasa Ramadan. Tradisi ini, menurutnya, tidak sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk membersihkan diri dan memperbaiki hubungan antarsesama.

“Bakdan berasal dari makna selesai menjalankan puasa. Dalam tradisi ini ada kupat atau ketupat yang berarti ngaku lepat, yakni mengakui kesalahan. Janur melambangkan cahaya, sementara beras putih di dalamnya melambangkan hati yang bersih,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan filosofi empat sisi ketupat, yakni lebar (membuka pintu maaf), labur (membersihkan diri), lebur (melebur kesalahan), dan luber (melimpahkan kebaikan kepada sesama). Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun kelembagaan. Ia menekankan pentingnya budaya saling memaafkan sebagai fondasi membangun lingkungan kerja yang harmonis.

“Saya mewakili pribadi dan lembaga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Momentum ini menjadi penguat komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tiga nilai utama yang perlu diperkuat dalam kebersamaan, yakni tasamuh (toleransi), husnuzan (berprasangka baik), dan doa. Menurutnya, ketiga nilai tersebut menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan di lingkungan kerja.

“Tasamuh membantu kita menghargai perbedaan, husnuzan membangun kepercayaan, dan doa menjadi penguat spiritual dalam setiap langkah,” tambahnya.

Kegiatan halalbihalal berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperkuat sinergi dan semangat baru dalam menjalankan program sekolah pasca-Ramadan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!