MADIUN, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun mendapat respons positif dari akademisi dalam dan luar negeri menjelang penyelenggaraan 1st International Conference on SDGs, Innovation, Global, and Local Challenge (ICSIGC 2026). Antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi hingga anggota DPR RI menjadi sinyal positif bagi penguatan internasionalisasi UMJT.
Konferensi internasional yang mengangkat isu tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), inovasi, serta tantangan global dan lokal tersebut dijadwalkan berlangsung secara daring pada 20–21 Oktober 2026 melalui Zoom.
Co-Chairs ICSIGC 2026, Malik Ibrahim, M.Sos., mengatakan jumlah peminat konferensi cukup signifikan. Pendaftaran pun masih dibuka bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kebijakan dari dalam maupun luar negeri.
“Antusiasme peserta cukup tinggi. Mereka berasal dari perguruan tinggi negeri yang memiliki nama besar dan juga dari anggota DPR RI, dari anggota Komisi I DPR RI, Bapak Anton Sukartono Suratto,” kata Malik, Kamis (8/10/2026).
Menurut Malik, keberagaman latar belakang peserta menunjukkan bahwa ICSIGC 2026 tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang pertukaran gagasan yang mempertemukan kalangan pendidikan, profesional, dan pemangku kebijakan.
Sejumlah perguruan tinggi dan institusi yang telah mendaftar antara lain Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Klaten, serta Universiti Muhammadiyah Malaysia.
Peserta juga berasal dari sejumlah perguruan tinggi negeri, seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Hasanuddin.
Selain itu, terdapat Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Bina Darma, serta institusi dan sektor profesional, termasuk PT PLN Indonesia Power UBP Bali dan Varee Chiang International School.
Malik menambahkan, peserta dari luar negeri, termasuk Malaysia dan Australia, turut menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam konferensi perdana tersebut.
“Alhamdulillah, minat peserta sangat banyak. Ada yang berasal dari luar negeri juga seperti dari Malaysia dan Australia. Mudah-mudahan gelaran 1st ICSIGC 2026 ini mampu membangkitkan aura akademik di UMJT. Dan semoga tahun depan, kita bisa menggelar konferensi internasional lebih baik lagi,” ujarnya.
Pendaftaran Dibuka hingga 17 Oktober
Tingginya minat peserta diharapkan menjadi momentum bagi UMJT untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembahasan isu pembangunan berkelanjutan.
Melalui ICSIGC 2026, para peserta mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan yang relevan dengan tantangan pembangunan, inovasi, serta dinamika global dan lokal.
Konferensi ini juga diharapkan membuka ruang kolaborasi lintas perguruan tinggi dan negara, sehingga pertukaran pengetahuan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama akademik yang berkelanjutan.
Bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kebijakan yang ingin berpartisipasi, pendaftaran serta pengiriman abstrak masih dibuka hingga 17 Oktober 2026.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran, ketentuan abstrak, biaya registrasi, dan agenda konferensi dapat diakses melalui laman resmi [ICSIGC 2026](https://conferences.umjt.ac.id).
Dengan keterlibatan peserta dari berbagai institusi dan negara, ICSIGC 2026 menjadi salah satu langkah UMJT Madiun dalam memperkuat atmosfer akademik serta memperluas kiprah di tingkat internasional. (*)
