26.7 C
Jakarta

Kabar Baik, Kedokteran UMS Dapatkan OSCE Terbaik

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapatkan apresiasi atas pencapaiannya mendapatkan hasil Objective Structured Clinical Examination (OSCE) terbaik.
Hal tersebut diumumkan oleh Wakil Rektor I, UMS Prof., Dr., Harun Joko Prayitno, M.Hum pada hari ke dua Upacara Wisuda Periode 3 tahun ajaran 2022/2023, Ahad (19/3) di Gedung Edutorium K.H Ahmad Dahlan UMS.
“Saya sampaikan apresiasi dan selamat karena CBT dan OSCE nya terbaik, 99.1%, dari 113 berarti yang tidak lulus hanya 1,” jelas Harun Joko Prayitno.
Dekan FK UMS dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.KK mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah FK UMS pada bulan Februari 2023 mendaftarkan 113 first taker (pertama kali mengambil ujian), rombongan besar setelah pandemi. Sebelumnya rombongannya kecil-kecil, sisa-sisa rombongan angkatan 2016. Untuk ujian praktiknya kelulusan 99.1% hanya 1 yang tidak lulus,” ujarrnya.
Keberhasilan dari FK UMS ini menurut dr., Flora dikatakan bagus karena tingkat kelulusan dari pelaksanaan ujian praktik lebih dari 80%. Untuk mendapatkan hasil tersebut, FK UMS selalu menggembleng mahasiswanya dengan dilakukannya try out dan bimbingan.
“Kalau sesuatu well-prepared kemudian ada opportunity, maka hasilnya adalah high achievement dan bisa mencapai high determination,” kata dr Flora.
Flora Ramona juga menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja sama dan komitmen para dosen dan dokter pendidik UMS.
“Itu adalah kerja sama yang baik dari dosen-dosen di FK UMS dan juga dokter pendidik klinis di rumah sakit. Kita selalu berkomunikasi dan berkolaborasi sehingga bisa mencapai hasil yang optimal dengan anak-anak,” tambahnya.
Berbicara mengenai kedokteran, FK UMS menonjolkan tentang Kedokteran Keluarga. Dekan FK UMS menerangkan alasan fakultasnya lebih menonjolkan Kedokteran Keluarga.
“Bermula pada waktu itu FK UMS menyelenggarakan workshop, workshop terkait visi-misi dan keunggulan. Ternyata angka kematian ibu dan anak di Karesidenan Solo itu tinggi, sehingga diperhitungkan berarti kesehatan keluarga harus dipertimbangkan. Berarti kesehatan atau kedokteran keluarga harus diperkuat. Gimana kita mencetak generasi yang baik kalau angka kematian ibu dan anak tinggi,” katanya.
Selain itu juga menyesuaikan dengan amanah dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yaitu konsep kesehatan yang digaungkan oleh pemerintah adalah kedokteran keluarga.
Dekan Psikologi UMS Prof. Taufik, S.Psi., M.Si., Ph.D bersama putrinya
Dalam momen penting dan membahagiakan ini, Dekan Psikologi UMS Prof. Taufik, S.Psi., M.Si., Ph.D hadir untuk mendampingi anaknya yang mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran, Hilmawadda Arrumaisha, S.Ked yang lulus dengan predikat cumlaude mengatakan bahwa untuk mendapatkan gelarnya, banyak kenangan yang membekas.
“Karena kedokteran jadwalnya padat sekali, belum organisasi dan sebagainya. Itu tentu sangat membekas, apalagi perjuangan sama teman-teman buat menghadapi ujian-ujian yang kayaknya ngga ada abisnya,” kata Hilmawadda Arrumaisha. (Maysali)
- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!