SOLO, MENARA62.COM – Guru SD Muhammadiyah Jatiyoso mengikuti kegiatan pelatihan bertajuk “Pelatihan Canva & Strategi Konten TikTok Kekinian” yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN-Dik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa (10/2).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam membuat media pembelajaran interaktif sekaligus memanfaatkan media sosial secara positif dan edukatif.
Program pelatihan ini memfokuskan pada pemanfaatan aplikasi desain Canva untuk pembuatan materi ajar kreatif serta strategi membuat konten edukasi di platform TikTok agar lebih menarik, informatif, dan berpotensi menjangkau audiens lebih luas.
Selain itu, peserta juga mendapatkan sesi singkat praktik editing video menggunakan aplikasi CapCut selama sekitar 10 menit sebagai pengenalan dasar penyuntingan konten.
Koordinator kegiatan Pelatihan Canva & Strategi Konten TikTok, Milani Putri Rahmawati dan Ledisya Naura Aulia, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tuntutan pembelajaran yang semakin kreatif dan digital.
“Guru saat ini dituntut mampu membuat media pembelajaran yang menarik namun tetap praktis. Canva menjadi solusi karena mudah digunakan, sedangkan TikTok bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan konten edukasi secara luas,” ujarnya, Kamis (19/2).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai prinsip pembuatan media pembelajaran menarik menggunakan Canva, seperti penggunaan visual yang dominan, pemilihan warna yang nyaman, serta font yang mudah dibaca. Setelah itu, guru langsung mempraktekkan pembuatan media ajar sederhana, seperti poster pembelajaran, slide presentasi, dan lembar aktivitas siswa.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan strategi pembuatan konten TikTok edukatif. Materi meliputi pemahaman algoritma media sosial, cara membuat hook pada tiga detik pertama video, penyusunan isi konten yang jelas dan singkat, hingga penggunaan call to action, caption, dan hashtag yang relevan agar konten berpotensi masuk halaman FYP (For You Page).
Untuk memperkuat pemahaman, peserta diajak mempraktekkan pembuatan video pendek edukatif. Guru mencoba merekam konten sederhana, mengatur pencahayaan dan posisi kamera, lalu mengedit video menggunakan CapCut. Meskipun hanya berlangsung sekitar 10 menit, sesi editing ini memberikan gambaran dasar mengenai pemotongan video, penambahan teks, dan penggunaan backsound.
Kepala SD Muhammadiyah Jatiyoso, Widyastuti, menyambut baik kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan guru di era digital.
“Pelatihan seperti ini sangat membantu guru dalam meningkatkan kreativitas pembelajaran. Kami berharap guru dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan dekat dengan dunia siswa,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung. Mereka aktif bertanya, mencoba fitur Canva, serta berlatih membuat konten video edukatif sederhana.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-Dik UMS berharap guru SD Muhammadiyah Jatiyoso dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal, baik untuk pembuatan media pembelajaran interaktif maupun penyebaran konten edukatif di media sosial. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa UMS dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kreativitas guru di lingkungan sekolah dasar. (*)


